Asy-Syu‘arā'
الشّعراۤء
Para Penyair | 227 Ayat | Makkiyah
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ لُوْطٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
Iż qāla lahum akhūhum lūṭun alā tattaqūn(a).
Ketika saudara mereka, Lut, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”
Asy-Syu‘arā' - Ayat 161
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ لُوْطٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
Latin
Iż qāla lahum akhūhum lūṭun alā tattaqūn(a).
Terjemahan Indonesia
Ketika saudara mereka, Lut, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”
Tafsir Ringkas
Ketika saudara mereka yang satu negeri dengan mereka, yaitu Nabi Luth, berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa? dengan bertakwa kamu akan selamat baik di dunia maupun di akhirat.
Tafsir Lengkap
Pada ayat ini diterangkan bahwa kaum Nabi Lut telah mendustakan seruan Nabi Lut yang diutus Allah kepada mereka. Nabi Lut menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah, Tuhan Pencipta mereka semuanya.
Nabi Lut adalah anak Haran bin Terah, saudara Nabi Ibrahim. Oleh karena itu, Lut adalah kemenakan Nabi Ibrahim. Lut beriman kepada apa yang disampaikan pamannya, Ibrahim, sebagaimana disebut dalam firman Allah:
فَاٰمَنَ لَهٗ لُوْطٌۘ وَقَالَ اِنِّيْ مُهَاجِرٌ اِلٰى رَبِّيْ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ٢٦
Maka Lut membenarkan (kenabian Ibrahim). Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku; sungguh, Dialah Yang Maha Perkasa, Mahabijaksana.” (al-’Ankabūt/29: 26).
Nabi Lut tinggal bersama Nabi Ibrahim di kota Ur, kemudian pindah bersamanya ke Palestina dan melawat ke Mesir. Dari Mesir ia kembali ke Palestina bersama Ibrahim. Mereka kemudian berpisah, Nabi Lut pergi ke Sodom, sedang Ibrahim tetap di Palestina. Kota Sodom terletak di daerah Yordania sekarang, di pantai Buhairah (danau) Lut. Buhairah Lut ialah di bagian selatan Laut Mati. Jadi kota Sodom tidak berapa jauh dari Baitul Makdis. (Lihat kosakata “Lut”).
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 162
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
Latin
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Terjemahan Indonesia
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Tafsir Ringkas
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan yang diutus kepadamu untuk membawa misi kebenaran dari Tuhan Yang mengutusku.
Tafsir Lengkap
Penduduk kota Sodom (Sadum) adalah penduduk yang sangat buruk budi pekertinya. Mereka menyembah patung-patung di samping menyembah Allah. Oleh sebab itu, Nabi Lut menyeru mereka agar menyembah Allah semata, bertakwa kepada-Nya, dan mengikuti ajaran yang dibawanya. Sebagaimana halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh, Nabi Lut pun telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul yang benar-benar diutus kepada mereka untuk menyampaikan agama Allah. Ia tidak mengharapkan upah dari mereka sebagai imbalan dari seruan yang telah disampaikannya. Ia hanya mengharapkan upah dari Allah yang telah mengutusnya seperti juga para nabi yang lain.
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 163
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
Latin
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
Terjemahan Indonesia
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafsir Ringkas
Maka bertakwalah kepada Allah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. dan taatlah kepadaku. Atas apa yang aku katakan padamu.
Tafsir Lengkap
Penduduk kota Sodom (Sadum) adalah penduduk yang sangat buruk budi pekertinya. Mereka menyembah patung-patung di samping menyembah Allah. Oleh sebab itu, Nabi Lut menyeru mereka agar menyembah Allah semata, bertakwa kepada-Nya, dan mengikuti ajaran yang dibawanya. Sebagaimana halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh, Nabi Lut pun telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul yang benar-benar diutus kepada mereka untuk menyampaikan agama Allah. Ia tidak mengharapkan upah dari mereka sebagai imbalan dari seruan yang telah disampaikannya. Ia hanya mengharapkan upah dari Allah yang telah mengutusnya seperti juga para nabi yang lain.
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 164
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
Latin
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Terjemahan Indonesia
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
Tafsir Ringkas
Dan aku sekali-kali tidak minta imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan pemelihara seluruh alam yang menjadikan aku sebagai utusan-Nya.”
Tafsir Lengkap
Penduduk kota Sodom (Sadum) adalah penduduk yang sangat buruk budi pekertinya. Mereka menyembah patung-patung di samping menyembah Allah. Oleh sebab itu, Nabi Lut menyeru mereka agar menyembah Allah semata, bertakwa kepada-Nya, dan mengikuti ajaran yang dibawanya. Sebagaimana halnya dengan Nabi Nuh, Nabi Hud, dan Nabi Saleh, Nabi Lut pun telah menyampaikan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul yang benar-benar diutus kepada mereka untuk menyampaikan agama Allah. Ia tidak mengharapkan upah dari mereka sebagai imbalan dari seruan yang telah disampaikannya. Ia hanya mengharapkan upah dari Allah yang telah mengutusnya seperti juga para nabi yang lain.
اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
Ata'tūnaż-żukrāna minal-‘ālamīn(a).
Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks)?
Asy-Syu‘arā' - Ayat 165
اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
Latin
Ata'tūnaż-żukrāna minal-‘ālamīn(a).
Terjemahan Indonesia
Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks)?
Tafsir Ringkas
Setelah berdakwah setelah umum, Nabi Luth kemudian memasuki area dakwah yang lebih khusus lagi, “Mengapa kamu mendatangi atau melakukan hubungan seksual dengan laki-laki di antara manusia. Sungguh ini merupakan perbuatan yang sangat keji yang dimurkai Allah.
Tafsir Lengkap
Nabi Lut memberikan peringatan kepada kaumnya, yang selalu melakukan hubungan homoseksual, dan meninggalkan istri-istri mereka. Perbuatan homoseks itu mereka lakukan di muka umum, di balai-balai pertemuan yang disaksikan oleh orang banyak. Perbuatan mereka itu dianggap menganjurkan agar orang lain berbuat seperti mereka. Allah berfirman:
وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ ٥٤ اَىِٕنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِ ۗبَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ ٥٥
Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?” Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu). (an-Naml/27: 54-55).
Di samping melakukan homoseks, kaum Nabi Lut juga merampok dan merampas harta orang-orang yang lewat dan membawa barang-barang perniagaan.
Praktek seks sejenis (homoseks dan lesbian) sangat dilarang oleh Islam. Praktek ini sangat tidak sehat. Perilaku seksual yang menyimpang ini menimbulkan banyak penyakit baru, seperti penyakit AIDS dan herpes. Kedua penyakit ini tidak dikenal pada beberapa generasi yang lalu. Namun pada saat sekarang, kedua penyakit sudah menyebar secara luas dengan pesatnya.
Praktek homoseks, di samping perilaku seksual menyimpang lainnya, seperti berganti-ganti pasangan atau praktek pelacuran, merupakan cara penyebaran virus AIDS yang paling umum. Penyakit ini sebagian besar (90%) disebarkan dengan cara perilaku seksual yang menyimpang. Beberapa cara penularan AIDS lainnya adalah dengan transfusi darah yang sudah tercemar virus AIDS dan pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Sedangkan penularan dari ibu kepada janin yang dikandungnya tidak terlalu besar, yaitu di bawah 10%.
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad bersabda:
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِيْ قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى تُعْلِنُوْا بِهَا اِلاَّ فَشَا فِيْهِمُ الطَّاعُوْنَ وَاْلأَوْجَاعُ الَّتِى لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِيْ اَسْلاَفِهِمُ الَّذِيْنَ مَضَوْا. (رواه ابن ماجة عن ابن عمر)
Perbuatan zina tidak sekali-kali muncul pada suatu kaum, sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali mereka akan ditimpa penyakit menular dan penyakit-penyakit lainnya yang belum ada pada umat sebelumnya. (Riwayat Ibnu Mājah dari Ibnu Umar)
Dari hadis di atas dapat diketahui bahwa saat manusia mulai melakukan perilaku seksual yang tidak normal, maka akan muncul penyakit baru yang belum pernah ada sebelumnya, dan menyebar di antara umat manusia. Saat ini, kita baru mengerti apa yang dimaksudkan hadis itu, yang diucapkan Nabi Muhammad saw sekitar 1400 tahun yang lalu.
وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُوْنَ
Wa tażarūna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qamun ‘ādūn(a).
Sementara itu, kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Kamu (memang) kaum yang melampaui batas.”
Asy-Syu‘arā' - Ayat 166
وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عَادُوْنَ
Latin
Wa tażarūna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qamun ‘ādūn(a).
Terjemahan Indonesia
Sementara itu, kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Kamu (memang) kaum yang melampaui batas.”
Tafsir Ringkas
Dan kamu tinggalkan perempuan yang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi istri-istrimu? Terhadap merekalah kamu semaikan bibit keturunanmu kelak, untuk menjadi generasi yang saleh yang memakmurkan bumi. Kamu memang orang-orang yang melampaui batas. Karena melakukan sesuatu bukan pada peruntukannya.”
Tafsir Lengkap
Nabi Lut memberikan peringatan kepada kaumnya, yang selalu melakukan hubungan homoseksual, dan meninggalkan istri-istri mereka. Perbuatan homoseks itu mereka lakukan di muka umum, di balai-balai pertemuan yang disaksikan oleh orang banyak. Perbuatan mereka itu dianggap menganjurkan agar orang lain berbuat seperti mereka. Allah berfirman:
وَلُوْطًا اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَتَأْتُوْنَ الْفَاحِشَةَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ ٥٤ اَىِٕنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِ ۗبَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ ٥٥
Dan (ingatlah kisah) Lut, ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?” Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu). (an-Naml/27: 54-55).
Di samping melakukan homoseks, kaum Nabi Lut juga merampok dan merampas harta orang-orang yang lewat dan membawa barang-barang perniagaan.
Praktek seks sejenis (homoseks dan lesbian) sangat dilarang oleh Islam. Praktek ini sangat tidak sehat. Perilaku seksual yang menyimpang ini menimbulkan banyak penyakit baru, seperti penyakit AIDS dan herpes. Kedua penyakit ini tidak dikenal pada beberapa generasi yang lalu. Namun pada saat sekarang, kedua penyakit sudah menyebar secara luas dengan pesatnya.
Praktek homoseks, di samping perilaku seksual menyimpang lainnya, seperti berganti-ganti pasangan atau praktek pelacuran, merupakan cara penyebaran virus AIDS yang paling umum. Penyakit ini sebagian besar (90%) disebarkan dengan cara perilaku seksual yang menyimpang. Beberapa cara penularan AIDS lainnya adalah dengan transfusi darah yang sudah tercemar virus AIDS dan pemakaian jarum suntik yang tidak steril. Sedangkan penularan dari ibu kepada janin yang dikandungnya tidak terlalu besar, yaitu di bawah 10%.
Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad bersabda:
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِيْ قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى تُعْلِنُوْا بِهَا اِلاَّ فَشَا فِيْهِمُ الطَّاعُوْنَ وَاْلأَوْجَاعُ الَّتِى لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِيْ اَسْلاَفِهِمُ الَّذِيْنَ مَضَوْا. (رواه ابن ماجة عن ابن عمر)
Perbuatan zina tidak sekali-kali muncul pada suatu kaum, sehingga mereka melakukannya dengan terang-terangan, kecuali mereka akan ditimpa penyakit menular dan penyakit-penyakit lainnya yang belum ada pada umat sebelumnya. (Riwayat Ibnu Mājah dari Ibnu Umar)
Dari hadis di atas dapat diketahui bahwa saat manusia mulai melakukan perilaku seksual yang tidak normal, maka akan muncul penyakit baru yang belum pernah ada sebelumnya, dan menyebar di antara umat manusia. Saat ini, kita baru mengerti apa yang dimaksudkan hadis itu, yang diucapkan Nabi Muhammad saw sekitar 1400 tahun yang lalu.
قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ
Qālū la'illam tantahi yā lūṭu latakūnanna minal-mukhrajīn(a).
Mereka menjawab, “Wahai Lut, jika tidak berhenti (melarang kami), niscaya engkau benar-benar akan termasuk orang-orang yang diusir.”
Asy-Syu‘arā' - Ayat 167
قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ
Latin
Qālū la'illam tantahi yā lūṭu latakūnanna minal-mukhrajīn(a).
Terjemahan Indonesia
Mereka menjawab, “Wahai Lut, jika tidak berhenti (melarang kami), niscaya engkau benar-benar akan termasuk orang-orang yang diusir.”
Tafsir Ringkas
Namun dengan angkuh mereka menjawab, “Wahai Luth, jika engkau tidak berhenti dari apa yang engkau lakukan, engkau termasuk orang-orang yang terusir dari negeri ini, karena kami tidak menghendaki engkau berada bersama kami.”
Tafsir Lengkap
Penduduk Sodom tidak mengindahkan seruan Nabi Lut, bahkan mereka mengancam akan membunuh dan mengusir Lut dan orang-orang yang beriman dari negeri mereka. Kemaksiatan mereka makin hari makin bertambah dan mereka menantang Nabi Lut agar mendatangkan azab yang diancamkan itu.
قَالَ اِنِّيْ لِعَمَلِكُمْ مِّنَ الْقَالِيْنَ ۗ
Qāla innī li‘amalikum minal-qālīn(a).
Dia (Lut) berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang sangat benci terhadap perbuatanmu.”
Asy-Syu‘arā' - Ayat 168
قَالَ اِنِّيْ لِعَمَلِكُمْ مِّنَ الْقَالِيْنَ ۗ
Latin
Qāla innī li‘amalikum minal-qālīn(a).
Terjemahan Indonesia
Dia (Lut) berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang sangat benci terhadap perbuatanmu.”
Tafsir Ringkas
Nabi Lut berkata, “Aku sungguh benci kepada perbuatanmu karena bertentangan dengan fitrah manusia, hanya mengumbar nafsu seksual belaka yang bukan pada tempatnya.”
Tafsir Lengkap
Nabi Lut mengatakan kepada kaumnya bahwa ia lepas tangan dari perbuatan kaumnya dan sangat benci kepada perbuatan itu. Nabi Lut yakin bahwa ancaman apa pun yang diberikan kaumnya, tidak akan dapat memudaratkannya, karena semuanya itu adalah dari Allah dan atas kehendak-Nya.
رَبِّ نَجِّنِيْ وَاَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ
Rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya‘malūn(a).
(Lut berdoa,) “Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka perbuat.”
Asy-Syu‘arā' - Ayat 169
رَبِّ نَجِّنِيْ وَاَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ
Latin
Rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya‘malūn(a).
Terjemahan Indonesia
(Lut berdoa,) “Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari apa yang mereka perbuat.”
Tafsir Ringkas
Melihat sikap kaumnya yang tidak berubah bahkan menjadi-jadi, Nabi Lut memohon keselamatan dari Allah dengan berdoa, “Ya Tuhanku selamatkanlah aku dan keluargaku dan pengikutku yang beriman dari akibat perbuatan yang mereka kerjakan.”
Tafsir Lengkap
Nabi Lut berdoa kepada Allah agar ia dan keluarganya dilepaskan dari azab yang akan menimpa kaumnya akibat perbuatan-perbuatan mereka yang keji itu. Ia juga memohon agar dijauhkan dari azab Allah, baik di dunia maupun di akhirat.
فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَ ۙ
Fa najjaināhu wa ahlahū ajma‘īn(a).
Maka, Kami selamatkan dia bersama semua keluarganya,
Asy-Syu‘arā' - Ayat 170
فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَ ۙ
Latin
Fa najjaināhu wa ahlahū ajma‘īn(a).
Terjemahan Indonesia
Maka, Kami selamatkan dia bersama semua keluarganya,
Tafsir Ringkas
Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,
Tafsir Lengkap
Allah mengabulkan doa Nabi Lut dengan mendatangkan malapetaka kepada kaumnya yang ingkar. Allah menyelamatkan Lut dan keluarganya kecuali istrinya yang durhaka. Dalam ayat ini tidak diterangkan kejadian yang terjadi sebelum malapetaka menimpa kaum Nabi Lut. Akan tetapi, pada surah yang lain diterangkan bahwa sebelum azab itu datang, Allah mengutus kepada Nabi Lut malaikat yang menyamar sebagai pemuda tampan, untuk membinasakan mereka. Sebelum datang kepada mereka, malaikat tersebut mampir lebih dahulu di rumah Ibrahim. Allah berfirman:
قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ اَيُّهَا الْمُرْسَلُوْنَ ٥٧ قَالُوْٓا اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمٍ مُّجْرِمِيْنَۙ ٥٨
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah urusanmu yang penting, wahai para utusan?” (Mereka) menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa.” (al-Ḥijr/15: 57-58).
Setelah para malaikat yang berupa pemuda-pemuda tampan itu sampai ke rumah Nabi Lut, maka penduduk Sodom lalu mendatangi rumahnya. Mereka bermaksud hendak melakukan perbuatan keji dengan tamu-tamu Nabi Lut itu. Nabi Lut berusaha melarang mereka berbuat demikian dengan menawarkan putri-putrinya (perempuan penduduk kota itu) untuk mereka nikahi. Nabi Lut berkata kepada mereka bahwa putri-putrinya itu adalah suci bagi mereka dan dia meminta agar tidak menyentuh tamu-tamunya. Nabi Lut mencela mereka dengan mengatakan bahwa apakah tidak ada seorang pun yang berakal di antara mereka. Firman Allah:
وَجَاۤءَهٗ قَوْمُهٗ يُهْرَعُوْنَ اِلَيْهِۗ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِۗ قَالَ يٰقَوْمِ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنَاتِيْ هُنَّ اَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ فِيْ ضَيْفِيْۗ اَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَّشِيْدٌ ٧٨
Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Lut berkata, “Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?” (Hūd/11: 78).
Penduduk Sodom menolak tawaran Nabi Lut dengan mengatakan bahwa mereka tidak berkehendak sedikit pun kepada putri-putrinya. Mereka tetap membangkang.
Kemudian malaikat-malaikat itu memperkenalkan diri kepada Nabi Lut dan mengatakan bahwa mereka diutus Allah untuk membinasakan penduduk Sodom yang durhaka. Penduduk Sodom itu tidak akan dapat berbuat apa-apa terhadap Nabi Lut.
Tatkala penduduk Sodom menyerbu rumah Nabi Lut, Allah menjadikan mereka tidak dapat melihat Nabi Lut dan malaikat-malaikat itu. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Lut agar meninggalkan kota Sodom di malam hari, bersama dengan keluarganya, selain istrinya karena akan dibinasakan bersama penduduk Sodom.
Allah memerintahkan agar pada waktu meninggalkan Sodom, tidak seorang pun di antara mereka menoleh ke belakang. Mereka lalu melaksanakan perintah itu. Allah berfirman:
قَالُوْا يٰلُوْطُ اِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَّصِلُوْٓا اِلَيْكَ فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ الَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ اِلَّا امْرَاَتَكَۗ اِنَّهٗ مُصِيْبُهَا مَآ اَصَابَهُمْ ۗاِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۗ اَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيْبٍ ٨١
Mereka (para malaikat) berkata, “Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah bersama keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?” (Hūd/11: 81).
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ ۚ
Illā ‘ajūzan fil-gābirīn(a).
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk golongan (orang-orang kafir) yang tertinggal.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 171
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ ۚ
Latin
Illā ‘ajūzan fil-gābirīn(a).
Terjemahan Indonesia
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk golongan (orang-orang kafir) yang tertinggal.
Tafsir Ringkas
kecuali seorang perempuan tua yaitu istrinya sendiri, yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Dia berkhianat terhadap suaminya, dan bergabung dengan kaumnya yang kafir dan lacur.
Tafsir Lengkap
Allah mengabulkan doa Nabi Lut dengan mendatangkan malapetaka kepada kaumnya yang ingkar. Allah menyelamatkan Lut dan keluarganya kecuali istrinya yang durhaka. Dalam ayat ini tidak diterangkan kejadian yang terjadi sebelum malapetaka menimpa kaum Nabi Lut. Akan tetapi, pada surah yang lain diterangkan bahwa sebelum azab itu datang, Allah mengutus kepada Nabi Lut malaikat yang menyamar sebagai pemuda tampan, untuk membinasakan mereka. Sebelum datang kepada mereka, malaikat tersebut mampir lebih dahulu di rumah Ibrahim. Allah berfirman:
قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ اَيُّهَا الْمُرْسَلُوْنَ ٥٧ قَالُوْٓا اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمٍ مُّجْرِمِيْنَۙ ٥٨
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah urusanmu yang penting, wahai para utusan?” (Mereka) menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa.” (al-Ḥijr/15: 57-58).
Setelah para malaikat yang berupa pemuda-pemuda tampan itu sampai ke rumah Nabi Lut, maka penduduk Sodom lalu mendatangi rumahnya. Mereka bermaksud hendak melakukan perbuatan keji dengan tamu-tamu Nabi Lut itu. Nabi Lut berusaha melarang mereka berbuat demikian dengan menawarkan putri-putrinya (perempuan penduduk kota itu) untuk mereka nikahi. Nabi Lut berkata kepada mereka bahwa putri-putrinya itu adalah suci bagi mereka dan dia meminta agar tidak menyentuh tamu-tamunya. Nabi Lut mencela mereka dengan mengatakan bahwa apakah tidak ada seorang pun yang berakal di antara mereka. Firman Allah:
وَجَاۤءَهٗ قَوْمُهٗ يُهْرَعُوْنَ اِلَيْهِۗ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِۗ قَالَ يٰقَوْمِ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنَاتِيْ هُنَّ اَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ فِيْ ضَيْفِيْۗ اَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَّشِيْدٌ ٧٨
Dan kaumnya segera datang kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan keji. Lut berkata, “Wahai kaumku! Inilah putri-putri (negeri)ku mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu orang yang pandai?” (Hūd/11: 78).
Penduduk Sodom menolak tawaran Nabi Lut dengan mengatakan bahwa mereka tidak berkehendak sedikit pun kepada putri-putrinya. Mereka tetap membangkang.
Kemudian malaikat-malaikat itu memperkenalkan diri kepada Nabi Lut dan mengatakan bahwa mereka diutus Allah untuk membinasakan penduduk Sodom yang durhaka. Penduduk Sodom itu tidak akan dapat berbuat apa-apa terhadap Nabi Lut.
Tatkala penduduk Sodom menyerbu rumah Nabi Lut, Allah menjadikan mereka tidak dapat melihat Nabi Lut dan malaikat-malaikat itu. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Lut agar meninggalkan kota Sodom di malam hari, bersama dengan keluarganya, selain istrinya karena akan dibinasakan bersama penduduk Sodom.
Allah memerintahkan agar pada waktu meninggalkan Sodom, tidak seorang pun di antara mereka menoleh ke belakang. Mereka lalu melaksanakan perintah itu. Allah berfirman:
قَالُوْا يٰلُوْطُ اِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَّصِلُوْٓا اِلَيْكَ فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ الَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ اِلَّا امْرَاَتَكَۗ اِنَّهٗ مُصِيْبُهَا مَآ اَصَابَهُمْ ۗاِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۗ اَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيْبٍ ٨١
Mereka (para malaikat) berkata, “Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah bersama keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorang pun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat?” (Hūd/11: 81).
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۚ
Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).
Kemudian, Kami binasakan yang lain.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 172
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۚ
Latin
Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).
Terjemahan Indonesia
Kemudian, Kami binasakan yang lain.
Tafsir Ringkas
Kemudian Kami binasakan yang lain dan menghancurkan mereka sehancur-hancurnya.
Tafsir Lengkap
Setelah tiba waktu yang dijanjikan, Allah menghujani dengan amat dahsyat penduduk Sodom dengan batu dari tanah liat yang membatu, dan negeri mereka ditelungkupkan oleh Allah. Dengan demikian, hancurlah penduduk kota Sodom beserta kotanya. Allah berfirman:
فَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ ٨٢ مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَۗ وَمَا هِيَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ بِبَعِيْدٍ ࣖ ٨٣
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkan negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hūd/11: 82-83).
Tidak lama setelah kaum Nabi Lut hancur, negeri mereka lalu digenangi air. Akhir-akhir ini telah ditemukan bekas-bekas kota Sodom yaitu di pantai Buḥairah Lut, di bagian selatan Laut Mati (al-Baḥrul Mayyit). Adapun Nabi Lut dan pengikutnya pindah ke Zoar, sebuah kota tua di Kanaan.
وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ
Wa amṭarnā ‘alaihim maṭarā(n), fa sā'a maṭarul-munżarīn(a).
Kami hujani mereka (dengan batu). Betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 173
وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ
Latin
Wa amṭarnā ‘alaihim maṭarā(n), fa sā'a maṭarul-munżarīn(a).
Terjemahan Indonesia
Kami hujani mereka (dengan batu). Betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
Tafsir Ringkas
Dan setelah negeri mereka dijungkirbalikkan, Kami hujani mereka dengan hujan batu yang demikian keras. Maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Inilah kesudahan dari kaum yang durhaka kepada Allah. Mereka diberi peringatan demi peringatan, namun mereka tetap memilih jalan kehidupan yang keji yang dibenci oleh Allah.
Tafsir Lengkap
Setelah tiba waktu yang dijanjikan, Allah menghujani dengan amat dahsyat penduduk Sodom dengan batu dari tanah liat yang membatu, dan negeri mereka ditelungkupkan oleh Allah. Dengan demikian, hancurlah penduduk kota Sodom beserta kotanya. Allah berfirman:
فَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ ٨٢ مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَۗ وَمَا هِيَ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ بِبَعِيْدٍ ࣖ ٨٣
Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkirbalikkan negeri kaum Lut, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhanmu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim. (Hūd/11: 82-83).
Tidak lama setelah kaum Nabi Lut hancur, negeri mereka lalu digenangi air. Akhir-akhir ini telah ditemukan bekas-bekas kota Sodom yaitu di pantai Buḥairah Lut, di bagian selatan Laut Mati (al-Baḥrul Mayyit). Adapun Nabi Lut dan pengikutnya pindah ke Zoar, sebuah kota tua di Kanaan.
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 174
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Latin
Inna fī żālika la'āyah(tan), wa mā kāna akṡaruhum mu'minīn(a).
Terjemahan Indonesia
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Tafsir Ringkas
Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata akan ke Maha Kuasanya Allah. Dan, adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Mereka yang ingkar terkena laknat, dan yang yang beriman akan selamat. Inilah ketetapan Allah yang tidak pernah berubah.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menerangkan bahwa Allah menyelamatkan Nabi Lut dan keluarganya, kecuali istrinya, serta membinasakan orang-orang durhaka itu. Ini merupakan bukti nyata atas kebenaran Nabi Lut sebagai rasul yang diutus Allah kepada penduduk Sodom. Akan tetapi, sedikit sekali manusia yang memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhan itu, sehingga sedikit sekali di antara mereka yang beriman dan mengikuti rasul-Nya.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 175
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ ࣖ
Latin
Wa inna rabbaka lahuwal-‘azīzur-raḥīm(u).
Terjemahan Indonesia
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang benar-benar Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
Tafsir Ringkas
Dan sungguh Tuhanmu, yang memeliharamu, benar-benar Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang dengan tidak cepat-cepat menghukum para pendosa, tapi memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat.
Tafsir Lengkap
Allah adalah Tuhan yang berhak disembah dan sangat keras pembalasan-Nya kepada para hamba-Nya yang ingkar. Dia Maha Penyayang kepada hamba-Nya, dan kasih sayang-Nya itu adalah tetap, tidak pernah putus.
كَذَّبَ اَصْحٰبُ لْـَٔيْكَةِ الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
Każżaba aṣḥābul-aikatil-mursalīn(a).
Penduduk Aikah (Madyan) telah mendustakan para rasul.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 176
كَذَّبَ اَصْحٰبُ لْـَٔيْكَةِ الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
Latin
Każżaba aṣḥābul-aikatil-mursalīn(a).
Terjemahan Indonesia
Penduduk Aikah (Madyan) telah mendustakan para rasul.
Tafsir Ringkas
Penduduk Aikah telah mendustakan para rasul; yaitu Nabi Syuaib yang diutus kepada mereka, untuk memperbaiki akidah dan akhlak mereka,
Tafsir Lengkap
Ayat ini menerangkan bahwa penduduk Madyan, yang disebut juga kabilah Madyan, telah mendustakan Nabi Syuaib yang menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Dalam ayat ini diterangkan bahwa tindakan penduduk Madyan itu sama hukumnya dengan mendustakan para rasul, karena mendustakan seorang rasul sama artinya dengan mendustakan semua rasul yang diutus Allah. Menurut Ibnu Kasir, penduduk Madyan dan Aikah adalah satu kabilah. Hanya di dalam Al-Qur’an kadangkala mereka diungkapkan sebagai penduduk Madyan dan kadangkala disebut sebagai penduduk Aikah.
Kabilah Madyan adalah satu kabilah yang mendiami daerah di sekitar Teluk Aqabah dan tempat sebelah utaranya. Madyan ialah eponim dari nenek moyang mereka, Madyan. Madyan adalah salah seorang putra Nabi Ibrahim. Kehidupan mereka pada waktu itu sejahtera. Mereka berbahagia, dan berkedudukan sebagai saudagar. Kota yang terbesar di daerah Madyan ini pun dinamai pula Madyan. Kota ini terletak di tengah-tengah daerah Madyan di pantai timur Laut Merah segaris lintang dengan Tabuk. Yang dimaksud dengan penduduk Aikah pada ayat di atas adalah penduduk Madyan.
Sebagian mufasir berpendapat bahwa Nabi Syuaib diutus setelah Nabi Musa. Sebagian yang lain mengatakan sebaliknya, yaitu sebelum pengutusan Nabi Musa.
اِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
Iż qāla lahum syu‘aibun alā tattaqūn(a).
Ketika Syu‘aib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Asy-Syu‘arā' - Ayat 177
اِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
Latin
Iż qāla lahum syu‘aibun alā tattaqūn(a).
Terjemahan Indonesia
Ketika Syu‘aib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Tafsir Ringkas
Nabi Syuaib memulai dakwahnya dengan berpesan kepada kaumnya untuk bertakwa. Ketika Nabi Syuaib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?” Bertakwa adalah pokok pangkal kebaikan segala sesuatu. Inilah anjuran pertama para rasul sebelum masuk pada materi dakwah lainnya kepada kaumnya. Nabi Syuaib memperkenalkan dirinya dan kedudukannya selaku utusan Allah.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menerangkan bahwa penduduk Madyan, yang disebut juga kabilah Madyan, telah mendustakan Nabi Syuaib yang menyeru mereka agar bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Dalam ayat ini diterangkan bahwa tindakan penduduk Madyan itu sama hukumnya dengan mendustakan para rasul, karena mendustakan seorang rasul sama artinya dengan mendustakan semua rasul yang diutus Allah. Menurut Ibnu Kasir, penduduk Madyan dan Aikah adalah satu kabilah. Hanya di dalam Al-Qur’an kadangkala mereka diungkapkan sebagai penduduk Madyan dan kadangkala disebut sebagai penduduk Aikah.
Kabilah Madyan adalah satu kabilah yang mendiami daerah di sekitar Teluk Aqabah dan tempat sebelah utaranya. Madyan ialah eponim dari nenek moyang mereka, Madyan. Madyan adalah salah seorang putra Nabi Ibrahim. Kehidupan mereka pada waktu itu sejahtera. Mereka berbahagia, dan berkedudukan sebagai saudagar. Kota yang terbesar di daerah Madyan ini pun dinamai pula Madyan. Kota ini terletak di tengah-tengah daerah Madyan di pantai timur Laut Merah segaris lintang dengan Tabuk. Yang dimaksud dengan penduduk Aikah pada ayat di atas adalah penduduk Madyan.
Sebagian mufasir berpendapat bahwa Nabi Syuaib diutus setelah Nabi Musa. Sebagian yang lain mengatakan sebaliknya, yaitu sebelum pengutusan Nabi Musa.
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 178
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
Latin
Innī lakum rasūlun amīn(un).
Terjemahan Indonesia
Sesungguhnya aku adalah seorang rasul tepercaya (yang diutus) kepadamu.
Tafsir Ringkas
Nabi Syuaib melanjutkan dakwahnya, “Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan Allah yang diutus menyampaikan ajaran agama kepadamu.”
Tafsir Lengkap
Syuaib menyeru penduduk Madyan, seperti yang telah dilakukan oleh para nabi sebelumnya. Ia menerangkan kepada mereka bahwa tugasnya tidaklah untuk mencari harta kekayaan, kekuasaan, atau keuntungan duniawi. Oleh karena itu, ia tidak akan mengambil upah dari mereka untuk seruannya itu. Upahnya akan diberikan Allah yang telah mengutusnya.
Dalam Surah Hūd/11 diterangkan pula bahwa Syuaib mengajak kaumnya agar mereka hanya menyembah Allah. Allah berfirman:
وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ
Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syuaib. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Hūd/11: 84).
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 179
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
Latin
Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).
Terjemahan Indonesia
Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Tafsir Ringkas
Maka, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan taatlah kepada perintah dan ajakan-ku untuk beribadah kepada Allah dan melakukan kebaikan.
Tafsir Lengkap
Syuaib menyeru penduduk Madyan, seperti yang telah dilakukan oleh para nabi sebelumnya. Ia menerangkan kepada mereka bahwa tugasnya tidaklah untuk mencari harta kekayaan, kekuasaan, atau keuntungan duniawi. Oleh karena itu, ia tidak akan mengambil upah dari mereka untuk seruannya itu. Upahnya akan diberikan Allah yang telah mengutusnya.
Dalam Surah Hūd/11 diterangkan pula bahwa Syuaib mengajak kaumnya agar mereka hanya menyembah Allah. Allah berfirman:
وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ
Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syuaib. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Hūd/11: 84).
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.
Asy-Syu‘arā' - Ayat 180
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
Latin
Wa mā as'alukum ‘alaihi min ajrin in ajriya illā ‘alā rabbil-‘ālamīn(a).
Terjemahan Indonesia
Aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (ajakan) itu. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan semesta alam.
Tafsir Ringkas
Dan aku tidak bermaksud sedikitpun untuk meminta imbalan apa pun, baik berupa materi atau jasa, kepadamu atas ajakan itu, imbalanku tidak lain hanyalah dari Tuhan seluruh alam.” Dengan tidak adanya imbalan, Nabi Syuaib tidak mempunyai kepentingan apa-apa kecuali untuk kemaslahatan mereka.
Tafsir Lengkap
Syuaib menyeru penduduk Madyan, seperti yang telah dilakukan oleh para nabi sebelumnya. Ia menerangkan kepada mereka bahwa tugasnya tidaklah untuk mencari harta kekayaan, kekuasaan, atau keuntungan duniawi. Oleh karena itu, ia tidak akan mengambil upah dari mereka untuk seruannya itu. Upahnya akan diberikan Allah yang telah mengutusnya.
Dalam Surah Hūd/11 diterangkan pula bahwa Syuaib mengajak kaumnya agar mereka hanya menyembah Allah. Allah berfirman:
وَاِلٰى مَدْيَنَ اَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ
Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syuaib. Dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Hūd/11: 84).