Ṣād
صۤ
Ṣād | 88 Ayat | Makkiyah
اِلٰى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُوْمِ
Ilā yaumil-waqtil-ma‘lūm(i).
sampai hari yang telah ditentukan waktunya (kiamat).”
Ṣād - Ayat 81
اِلٰى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُوْمِ
Latin
Ilā yaumil-waqtil-ma‘lūm(i).
Terjemahan Indonesia
sampai hari yang telah ditentukan waktunya (kiamat).”
Tafsir Ringkas
Aku akan memanjangkan umurmu dan menunda kematianmu sampai pada hari yang telah ditentukan waktunya, yaitu hari Kiamat.” Dengan penundaan ini Allah bermaksud memberi cobaan kepada hamba-Nya untuk menguji siapa yang menaati perintah Allah dan siapa yang mengikuti langkah Iblis.
Tafsir Lengkap
Allah mengabulkan permohonan Iblis itu dengan membiarkannya hidup sampai waktu yang ditentukan, sebagaimana firman Allah:
قَالَ اَنْظِرْنِيْٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ ١٤ قَالَ اِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ ١٥
(Iblis) menjawab, “Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan.”(Allah) berfirman, “Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu.” ( al-A‘rāf/7: 14-15)
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
Qāla fabi‘izzatika la'ugwiyannahum ajma‘īn(a).
(Iblis) berkata, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.
Ṣād - Ayat 82
قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ
Latin
Qāla fabi‘izzatika la'ugwiyannahum ajma‘īn(a).
Terjemahan Indonesia
(Iblis) berkata, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.
Tafsir Ringkas
Iblis menjawab dan memohon lagi, “Wahai Tuhanku, demi kekuasan dan kemuliaan-Mu, berilah aku kesempatan menggoda manusia, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya dengan tipu dayaku sehingga mereka memandang baik perbuatan buruk.
Tafsir Lengkap
Selanjutnya Iblis memohon lagi, “Wahai Tuhanku, demi kekuasaan dan kemuliaan Engkau, berilah aku kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan Engkau, dengan menjadikan mereka memandang baik perbuatan buruk dan maksiat yang mereka kerjakan.”
اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
Illā ‘ibādaka minhumul-mukhlaṣīn(a).
Kecuali, hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.”657)
Ṣād - Ayat 83
اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ
Latin
Illā ‘ibādaka minhumul-mukhlaṣīn(a).
Terjemahan Indonesia
Kecuali, hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.”657)
Catatan Kaki
657) Arti ungkapan hamba yang terpilih adalah orang-orang yang telah diberi taufik untuk menaati segala petunjuk dan perintah Allah Swt.
Tafsir Ringkas
Akan aku tipu semua manusia, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka, yaitu mereka yang Kauberi taufik untuk menaati petunjuk dan perintah-Mu. Aku hanya akan mampu menggoda dan menyesatkan mereka yang kafir dan lemah imannya.”
Tafsir Lengkap
Selanjutnya Iblis mengatakan, “Tentu saja hamba-hamba Engkau yang kuat imannya, yang tunduk dan patuh kepada Engkau, tidak dapat aku goda dan sesatkan. Hanya orang-orang kafir seperti aku dan orang-orang yang lemah imannya yang mungkin aku sesatkan.”
قَالَ فَالْحَقُّۖ وَالْحَقَّ اَقُوْلُۚ
Qāla fal-ḥaqq(u), wal-ḥaqqa aqūl(u).
(Allah) berfirman, “Maka, yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.
Ṣād - Ayat 84
قَالَ فَالْحَقُّۖ وَالْحَقَّ اَقُوْلُۚ
Latin
Qāla fal-ḥaqq(u), wal-ḥaqqa aqūl(u).
Terjemahan Indonesia
(Allah) berfirman, “Maka, yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.
Tafsir Ringkas
Allah mengabulkan permintaan Iblis seraya berfirman, “Maka yang benar adalah sumpah-Ku, dan janji-Ku pasti benar. Hanya kebenaran itulah yang Aku katakan.
Tafsir Lengkap
Allah mengabulkan permintaan Iblis dan berkata, “Yang hak itu ada pada-Ku. Sungguh, yang hak itulah Aku katakan. Neraka Jahanam itu aku penuhi dengan engkau dan anak cucumu yang datang kemudian dan yang mengikuti engkau dalam kesesatan dari sebagian anak cucu Adam.” Allah mengancam orang-orang yang menjadikan setan sebagai pemimpin-pemimpin mereka dan mengabaikan perintah Allah yang menghantarkan mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah berfirman:
وَّلَاُضِلَّنَّهُمْ وَلَاُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ اٰذَانَ الْاَنْعَامِ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يَّتَّخِذِ الشَّيْطٰنَ وَلِيًّا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِيْنًا ١١٩
Dan pasti kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata. (an-Nisā'/4: 119)
لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ اَجْمَعِيْنَ
La'amla'anna jahannama minka wa mimman tabi‘aka minhum ajma‘īn(a).
Aku pasti akan memenuhi (neraka) Jahanam denganmu dan orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.”
Ṣād - Ayat 85
لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ اَجْمَعِيْنَ
Latin
La'amla'anna jahannama minka wa mimman tabi‘aka minhum ajma‘īn(a).
Terjemahan Indonesia
Aku pasti akan memenuhi (neraka) Jahanam denganmu dan orang yang mengikutimu di antara mereka semuanya.”
Tafsir Ringkas
Sungguh, Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan kamu dan keturunanmu, wahai Iblis, dan dengan orang-orang yang mengikutimu dalam kesesatan di antara mereka semuanya, yakni anak cucu Adam.”
Tafsir Lengkap
Allah mengabulkan permintaan Iblis dan berkata, “Yang hak itu ada pada-Ku. Sungguh, yang hak itulah Aku katakan. Neraka Jahanam itu aku penuhi dengan engkau dan anak cucumu yang datang kemudian dan yang mengikuti engkau dalam kesesatan dari sebagian anak cucu Adam.” Allah mengancam orang-orang yang menjadikan setan sebagai pemimpin-pemimpin mereka dan mengabaikan perintah Allah yang menghantarkan mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Allah berfirman:
وَّلَاُضِلَّنَّهُمْ وَلَاُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ اٰذَانَ الْاَنْعَامِ وَلَاٰمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يَّتَّخِذِ الشَّيْطٰنَ وَلِيًّا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِيْنًا ١١٩
Dan pasti kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata. (an-Nisā'/4: 119)
قُلْ مَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُتَكَلِّفِيْنَ
Qul mā as'alukum ‘alaihi min ajriw wa mā ana minal-mutakallifīn(a).
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku) dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-ada.
Ṣād - Ayat 86
قُلْ مَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ وَّمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُتَكَلِّفِيْنَ
Latin
Qul mā as'alukum ‘alaihi min ajriw wa mā ana minal-mutakallifīn(a).
Terjemahan Indonesia
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepadamu atasnya (dakwahku) dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-ada.
Tafsir Ringkas
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang kafir, “Aku diutus oleh Allah untuk mendakwahkan risalah dan aku tidak meminta imbalan atau upah sedikit pun kepadamu atasnya. Tugasku hanya-lah menyampaikan risalah dan Allah-lah yang akan memberiku upah atas tugas itu. Dan ketahuilah bahwa aku bukanlah termasuk orang yang mengada-ada dan suka membuat-buat.
Tafsir Lengkap
Allah memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik bahwa ia tidak mengharapkan apalagi meminta upah kepada mereka sebagai imbalan dari tugas menyampaikan agama Allah. Sedikit pun Rasul tidak mengharapkannya. Hanya Allah yang akan memberi upah padanya. Orang-orang telah mengenal rasul dengan sebaik-baiknya bahwa ia tidak pernah mengada-ada dan membuat yang bukan-bukan.
Dari ayat ini dipahami agar orang-orang yang beriman meniru apa yang telah diperbuat Rasulullah, yaitu selalu menyampaikan agama Allah kepada manusia, walaupun hanya sedikit yang diketahuinya. Imam Muslim meriwayatkan bahwa Ibnu Mas‘ūd berkata:
أَيُّهَا النَّاسُ مَنْ عَلِمَ مِنْكُمْ عِلْمًا فَلْيَقُلْ بِهِ، وَمَنْ لَمْ يَعْلَمْ فَلْيَقُلْ: اَللهُ تَعَالَى أَعْلَمُ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى لِرَسُوْلِهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قُلْ مَا أَسْئُلُكُمْ... الأية
Wahai sekalian manusia, barangsiapa di antara kamu yang memperoleh pengetahuan, maka hendaklah ia mengatakannya. Dan barangsiapa yang tidak mengetahui hendaklah ia menyatakan, “Allah Ta’ala lebih mengetahui,”. Allah Ta’ala berfirman kepada Rasulullah saw, “Qul mā'as 'alukum . . .” sampai akhir ayat.”
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ
In huwa illā żikrul lil-‘ālamīn(a).
(Al-Qur’an) ini tidak lain, kecuali (sebagai) peringatan bagi semesta alam.
Ṣād - Ayat 87
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَ
Latin
In huwa illā żikrul lil-‘ālamīn(a).
Terjemahan Indonesia
(Al-Qur’an) ini tidak lain, kecuali (sebagai) peringatan bagi semesta alam.
Tafsir Ringkas
Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan dari Allah. Allah memenuhinya dengan petunjuk bagi seluruh alam, baik jin maupun manusia, menuju jalan yang lurus dan menjadikannya pembeda antara yang hak dan yang batil.
Tafsir Lengkap
Allah menegaskan bahwa Al-Qur’an ini berisi petunjuk dan pengajaran bagi jin dan manusia. Semua orang yang sehat akal pikirannya, tentu mengakui kebenarannya. Al-Qur’an merupakan petunjuk ke jalan yang lurus dan pembeda antara yang hak dan yang batil.
وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَاَهٗ بَعْدَ حِيْنٍ ࣖ
Wa lata‘lamunna naba'ahū ba‘da ḥīn(in).
Sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur’an) setelah beberapa waktu lagi.”658)
Ṣād - Ayat 88
وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَاَهٗ بَعْدَ حِيْنٍ ࣖ
Latin
Wa lata‘lamunna naba'ahū ba‘da ḥīn(in).
Terjemahan Indonesia
Sungguh, kamu akan mengetahui (kebenaran) beritanya (Al-Qur’an) setelah beberapa waktu lagi.”658)
Catatan Kaki
658) Kebenaran berita-berita Al-Qur’an itu ada yang terlaksana di dunia dan ada pula yang terlaksana di akhirat. Yang terlaksana di dunia misalnya adalah janji Allah Swt. kepada orang mukmin untuk menang dalam peperangan melawan orang musyrik, sedangkan yang terlaksana di akhirat adalah seperti kebenaran janji Allah Swt. tentang balasan atau perhitungan yang akan dilakukan terhadap manusia.
Tafsir Ringkas
Dan sungguh, wahai orang-orang kafir, kamu akan mengetahui kebenaran beritanya setelah beberapa waktu lagi. Tidak lama lagi, entah di dunia atau akhirat, kamu akan mendapati kebenaran isi Al-Qur’an, seperti janji dan ancaman Allah, kejadian di masa depan, dan hari kebangkitan.[]
Tafsir Lengkap
Pada akhir surah ini, Allah menyampaikan kepada orang-orang yang tidak mengindahkan seruan Rasulullah, bahwa kelak mereka setelah mati akan mengetahui apakah tindakan mereka itu salah atau benar.