Aż-Żāriyāt
الذّٰريٰت
Yang Menerbangkan | 60 Ayat | Makkiyah
وَالذّٰرِيٰتِ ذَرْوًاۙ
Waż-żāriyāti żarwā(n).
Demi (angin) yang menerbangkan debu,
Aż-Żāriyāt - Ayat 1
وَالذّٰرِيٰتِ ذَرْوًاۙ
Latin
Waż-żāriyāti żarwā(n).
Terjemahan Indonesia
Demi (angin) yang menerbangkan debu,
Tafsir Ringkas
Surah yang lalu diakhiri dengan penjelasan tentang hari Kebangkitan yang pada saat itu akan terbukti ancaman-ancaman Allah yang telah diungkapkan sebelumnya. Oleh karena itu sangat tepat ketika surah ini dimulai dengan kalimat-kalimat yang mengukuhkan ancaman tersebut. Pengukuhan itu diungkapkan dengan sumpah-Nya bahwa semua yang diperingatkan itu pasti akan terbukti. :”Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat,
Tafsir Lengkap
Surah aż-Żāriyāt dimulai dengan sumpah Allah swt bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala perbuatan pasti akan terbukti. Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam Surah aż-Żāriyāt ini diberikan perinciannya.
Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan huruf-huruf hijaiah (fawātiḥus-suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu dari tiga unsur, yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan. Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak, dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak.
Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat yang sangat buruk dan terkutuk. Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih jika yang bersumpah itu adalah Allah swt.
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah, “Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat. Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan. Dan kapal-kapal yang berlayar hilir-mudik di lautan dengan mudah. Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi segala urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya.”
Ayat di atas mengajak kita untuk berpikir tentang angin. Angin adalah massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke arah yang bertekanan lebih rendah. Penyebab adanya perbedaan tekanan ini adalah perbedaan suhu. Pada keadaan volume yang tetap, kenaikan suhu udara akan menaikkan tekanannya. Tetapi pada kenyataannya di dalam kenaikan suhu udara pada suatu tempat akan menyebabkan pemuaian volume udara dan pengaliran udara ke atas, sehingga kerapatan udara di tempat itu akan berkurang dan akan diisi oleh massa udara dari tempat lain yang lebih dingin. Jadi pada dasarnya pergerakan udara ini dikendalikan oleh energi yang ditimbulkan oleh perbedaan suhu di tempat-tempat berlainan di permukaan bumi. Dengan pergerakannya, angin juga berperan sebagai radiator penyeimbang suhu udara. Tanpa adanya angin, suhu di daerah gurun akan jauh lebih panas daripada yang didapati sekarang, demikian pula di daerah dingin akan sangat membekukan.
Energi pergerakan angin yang memadai dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia, seperti untuk pelayaran, memutar kincir untuk pembangkit energi. Di luar kendali manusia angin berperan penting dalam penyerbukan bunga-bunga menjadi buah dan menerbangkan biji-bijian serta spora untuk penyebaran tumbuhan.
Fenomena lain yang terjadi adalah terciptanya gelombang di lautan. Pergerakan udara dapat pula terjadi dengan energi yang demikian besar sehingga menimbulkan bencana dan kerugian, misalnya dalam bentuk badai dan topan. Dengan angin Allah bersumpah pada ayat berikutnya (aż-Żāriyāt/51 ayat 4): Dan yang membagi-bagi urusan. Dengan adanya angin, demikian banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diakibatkan hembusannya.
فَالْحٰمِلٰتِ وِقْرًاۙ
Fal-ḥāmilāti wiqrā(n).
demi (awan) yang mengandung muatan (hujan),
Aż-Żāriyāt - Ayat 2
فَالْحٰمِلٰتِ وِقْرًاۙ
Latin
Fal-ḥāmilāti wiqrā(n).
Terjemahan Indonesia
demi (awan) yang mengandung muatan (hujan),
Tafsir Ringkas
dan demi awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan yang menyuburkan tanah,
Tafsir Lengkap
Surah aż-Żāriyāt dimulai dengan sumpah Allah swt bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala perbuatan pasti akan terbukti. Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam Surah aż-Żāriyāt ini diberikan perinciannya.
Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan huruf-huruf hijaiah (fawātiḥus-suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu dari tiga unsur, yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan. Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak, dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak.
Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat yang sangat buruk dan terkutuk. Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih jika yang bersumpah itu adalah Allah swt.
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah, “Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat. Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan. Dan kapal-kapal yang berlayar hilir-mudik di lautan dengan mudah. Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi segala urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya.”
Ayat di atas mengajak kita untuk berpikir tentang angin. Angin adalah massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke arah yang bertekanan lebih rendah. Penyebab adanya perbedaan tekanan ini adalah perbedaan suhu. Pada keadaan volume yang tetap, kenaikan suhu udara akan menaikkan tekanannya. Tetapi pada kenyataannya di dalam kenaikan suhu udara pada suatu tempat akan menyebabkan pemuaian volume udara dan pengaliran udara ke atas, sehingga kerapatan udara di tempat itu akan berkurang dan akan diisi oleh massa udara dari tempat lain yang lebih dingin. Jadi pada dasarnya pergerakan udara ini dikendalikan oleh energi yang ditimbulkan oleh perbedaan suhu di tempat-tempat berlainan di permukaan bumi. Dengan pergerakannya, angin juga berperan sebagai radiator penyeimbang suhu udara. Tanpa adanya angin, suhu di daerah gurun akan jauh lebih panas daripada yang didapati sekarang, demikian pula di daerah dingin akan sangat membekukan.
Energi pergerakan angin yang memadai dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia, seperti untuk pelayaran, memutar kincir untuk pembangkit energi. Di luar kendali manusia angin berperan penting dalam penyerbukan bunga-bunga menjadi buah dan menerbangkan biji-bijian serta spora untuk penyebaran tumbuhan.
Fenomena lain yang terjadi adalah terciptanya gelombang di lautan. Pergerakan udara dapat pula terjadi dengan energi yang demikian besar sehingga menimbulkan bencana dan kerugian, misalnya dalam bentuk badai dan topan. Dengan angin Allah bersumpah pada ayat berikutnya (aż-Żāriyāt/51 ayat 4): Dan yang membagi-bagi urusan. Dengan adanya angin, demikian banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diakibatkan hembusannya.
فَالْجٰرِيٰتِ يُسْرًاۙ
Fal-jāriyāti yusrā(n).
demi (kapal-kapal) yang melaju (di atas air) dengan mudah,
Aż-Żāriyāt - Ayat 3
فَالْجٰرِيٰتِ يُسْرًاۙ
Latin
Fal-jāriyāti yusrā(n).
Terjemahan Indonesia
demi (kapal-kapal) yang melaju (di atas air) dengan mudah,
Tafsir Ringkas
dan demi kapal-kapal yang berlayar dengan membawa segala keperluan ke seluruh penjuru dengan mu-dah karena tiupan angin yang kuat,
Tafsir Lengkap
Surah aż-Żāriyāt dimulai dengan sumpah Allah swt bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala perbuatan pasti akan terbukti. Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam Surah aż-Żāriyāt ini diberikan perinciannya.
Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan huruf-huruf hijaiah (fawātiḥus-suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu dari tiga unsur, yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan. Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak, dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak.
Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat yang sangat buruk dan terkutuk. Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih jika yang bersumpah itu adalah Allah swt.
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah, “Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat. Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan. Dan kapal-kapal yang berlayar hilir-mudik di lautan dengan mudah. Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi segala urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya.”
Ayat di atas mengajak kita untuk berpikir tentang angin. Angin adalah massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke arah yang bertekanan lebih rendah. Penyebab adanya perbedaan tekanan ini adalah perbedaan suhu. Pada keadaan volume yang tetap, kenaikan suhu udara akan menaikkan tekanannya. Tetapi pada kenyataannya di dalam kenaikan suhu udara pada suatu tempat akan menyebabkan pemuaian volume udara dan pengaliran udara ke atas, sehingga kerapatan udara di tempat itu akan berkurang dan akan diisi oleh massa udara dari tempat lain yang lebih dingin. Jadi pada dasarnya pergerakan udara ini dikendalikan oleh energi yang ditimbulkan oleh perbedaan suhu di tempat-tempat berlainan di permukaan bumi. Dengan pergerakannya, angin juga berperan sebagai radiator penyeimbang suhu udara. Tanpa adanya angin, suhu di daerah gurun akan jauh lebih panas daripada yang didapati sekarang, demikian pula di daerah dingin akan sangat membekukan.
Energi pergerakan angin yang memadai dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia, seperti untuk pelayaran, memutar kincir untuk pembangkit energi. Di luar kendali manusia angin berperan penting dalam penyerbukan bunga-bunga menjadi buah dan menerbangkan biji-bijian serta spora untuk penyebaran tumbuhan.
Fenomena lain yang terjadi adalah terciptanya gelombang di lautan. Pergerakan udara dapat pula terjadi dengan energi yang demikian besar sehingga menimbulkan bencana dan kerugian, misalnya dalam bentuk badai dan topan. Dengan angin Allah bersumpah pada ayat berikutnya (aż-Żāriyāt/51 ayat 4): Dan yang membagi-bagi urusan. Dengan adanya angin, demikian banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diakibatkan hembusannya.
فَالْمُقَسِّمٰتِ اَمْرًاۙ
Fal-muqassimāti amrā(n).
dan demi (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi segala urusan,
Aż-Żāriyāt - Ayat 4
فَالْمُقَسِّمٰتِ اَمْرًاۙ
Latin
Fal-muqassimāti amrā(n).
Terjemahan Indonesia
dan demi (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi segala urusan,
Tafsir Ringkas
dan demi malaikat-malaikat yang membagi-bagi urusan yang diamanahkan kepada mereka, seperti menurunkan hujan, membagi rezeki, dan lainnya.
Tafsir Lengkap
Surah aż-Żāriyāt dimulai dengan sumpah Allah swt bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala perbuatan pasti akan terbukti. Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam Surah aż-Żāriyāt ini diberikan perinciannya.
Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan huruf-huruf hijaiah (fawātiḥus-suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu dari tiga unsur, yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan. Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak, dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak.
Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat yang sangat buruk dan terkutuk. Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih jika yang bersumpah itu adalah Allah swt.
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah, “Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat. Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan. Dan kapal-kapal yang berlayar hilir-mudik di lautan dengan mudah. Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi segala urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya.”
Ayat di atas mengajak kita untuk berpikir tentang angin. Angin adalah massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke arah yang bertekanan lebih rendah. Penyebab adanya perbedaan tekanan ini adalah perbedaan suhu. Pada keadaan volume yang tetap, kenaikan suhu udara akan menaikkan tekanannya. Tetapi pada kenyataannya di dalam kenaikan suhu udara pada suatu tempat akan menyebabkan pemuaian volume udara dan pengaliran udara ke atas, sehingga kerapatan udara di tempat itu akan berkurang dan akan diisi oleh massa udara dari tempat lain yang lebih dingin. Jadi pada dasarnya pergerakan udara ini dikendalikan oleh energi yang ditimbulkan oleh perbedaan suhu di tempat-tempat berlainan di permukaan bumi. Dengan pergerakannya, angin juga berperan sebagai radiator penyeimbang suhu udara. Tanpa adanya angin, suhu di daerah gurun akan jauh lebih panas daripada yang didapati sekarang, demikian pula di daerah dingin akan sangat membekukan.
Energi pergerakan angin yang memadai dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia, seperti untuk pelayaran, memutar kincir untuk pembangkit energi. Di luar kendali manusia angin berperan penting dalam penyerbukan bunga-bunga menjadi buah dan menerbangkan biji-bijian serta spora untuk penyebaran tumbuhan.
Fenomena lain yang terjadi adalah terciptanya gelombang di lautan. Pergerakan udara dapat pula terjadi dengan energi yang demikian besar sehingga menimbulkan bencana dan kerugian, misalnya dalam bentuk badai dan topan. Dengan angin Allah bersumpah pada ayat berikutnya (aż-Żāriyāt/51 ayat 4): Dan yang membagi-bagi urusan. Dengan adanya angin, demikian banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diakibatkan hembusannya.
اِنَّمَا تُوْعَدُوْنَ لَصَادِقٌۙ
Innamā tū‘adūna laṣādiq(un).
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar
Aż-Żāriyāt - Ayat 5
اِنَّمَا تُوْعَدُوْنَ لَصَادِقٌۙ
Latin
Innamā tū‘adūna laṣādiq(un).
Terjemahan Indonesia
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar
Tafsir Ringkas
Sungguh, apa saja yang telah dijanjikan kepadamu, seperti kebangkitan manusia setelah kematiannya, perhitungan di akhirat nanti pasti benar adanya,
Tafsir Lengkap
Ayat ini menegaskan tentang isi sumpah tersebut:
Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu seperti hari kebangkitan, pembalasan, hisab pada hari Kiamat semuanya itu pasti akan terjadi. Dan bahwa sesungguhnya hari pembalasan bagi setiap pasti terjadi.
وَّاِنَّ الدِّيْنَ لَوَاقِعٌۗ
Wa innad-dīna lawāqi‘(un).
dan sesungguhnya pembalasan pasti terjadi.
Aż-Żāriyāt - Ayat 6
وَّاِنَّ الدِّيْنَ لَوَاقِعٌۗ
Latin
Wa innad-dīna lawāqi‘(un).
Terjemahan Indonesia
dan sesungguhnya pembalasan pasti terjadi.
Tafsir Ringkas
dan sungguh, hari pembalasan seperti yang telah diingatkan oleh-Nya melalui para rasul pasti terjadi, dan tidak satu pun di antara manusia yang dapat menghindarinya.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menegaskan tentang isi sumpah tersebut:
Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu seperti hari kebangkitan, pembalasan, hisab pada hari Kiamat semuanya itu pasti akan terjadi. Dan bahwa sesungguhnya hari pembalasan bagi setiap pasti terjadi.
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْحُبُكِۙ
Was-samā'i żātil-ḥubuk(i).
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang kukuh,700)
Aż-Żāriyāt - Ayat 7
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْحُبُكِۙ
Latin
Was-samā'i żātil-ḥubuk(i).
Terjemahan Indonesia
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang kukuh,700)
Catatan Kaki
700)Yang dimaksud dengan żātilḥubuk(jalan-jalan yang kukuh) adalah garis edar bintang, planet, dan benda-benda angkasa lainnya. Ada pula yang mengartikan żātilḥubukdengan ‘memiliki ciptaan yang bagus’, ‘memiliki hiasan bintang-bintang’, atau ‘memiliki bangunan yang kukuh’.
Tafsir Ringkas
Melanjutkan sumpah-Nya, “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang merupakan garis edar atau orbit yang teratur sebagai arah dari pergerakan semua benda langit, seperti bumi, bintang-bintang, planet-planet, dan galaksi-galaksi.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat ini Allah bersumpah: Demi langit yang mempunyai garis edar (orbit) tempat beredarnya bintang-bintang dan planet-planet.
Menurut Quraish Shihab, kata al-ḥubuk dapat berarti yang indah dan baik atau yang teratur. Dapat pula dipahami sebagai bentuk jamak dari habikah atau ḥibak, yakni jalan, seperti jalan-jalan yang terlihat di atas air apabila ditimpa hembusan angin.
Dalam teori fisika relativitas umum, dikenal mengenai mekanisme pemendekan jarak yang sangat jauh menjadi hanya beberapa meter saja. Einstein menyebutnya sebagai jembatan (bridge) dan saat ini para ilmuwan menyebutnya sebagai wormhole (lubang cacing). Wormhole ini merupakan jalan pintas yang menghubungkan dua tempat di jagad raya ini. Sebagai gambaran, kita ingin bepergian ke suatu galaksi yang letaknya 100 juta tahun cahaya dari bumi (jika 1 tahun cahaya = 9,46 x 1012 km, maka galaksi tersebut jaraknya dari bumi sekitar 9,46x1018 km, atau 9,46 juta-juta-juta km!). Tidak terbayangkan kapan kita sampai ke galaksi tersebut. Andaikata ada pesawat ulang-alik yang memiliki kecepatan mendekati kecepatan cahaya saja kita memerlukan waktu 100 juta tahun! Namun apabila kita menggunakan jalan pintas ‘wormhole’, kita akan sampai di galaksi hari ini. Perlu dicatat bahwa ini merupakan konsekuensi dari pemendekan jarak yang terjadi dalam wormhole.
Dengan demikian bisa jadi, al-ḥubuk berupa sebuah jalan seperti yang digambarkan oleh para ahli fisika, wormhole, sebuah jalan ‘khusus’ yang diberikan Allah kepada para malaikat dan hamba-hamba-Nya yang terpilih. Perjalanan Rasulullah dalam peristiwa Isra' Mi‘raj, boleh jadi melewati mekanisme pemendekan jarak sehingga jarak yang demikian jauhnya ditempuh Rasulullah hanya dalam bilangan jam.
اِنَّكُمْ لَفِيْ قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍۙ
Innakum lafī qaulim mukhtalif(in).
sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berselisih.701)
Aż-Żāriyāt - Ayat 8
اِنَّكُمْ لَفِيْ قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍۙ
Latin
Innakum lafī qaulim mukhtalif(in).
Terjemahan Indonesia
sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berselisih.701)
Catatan Kaki
701)Maksudnya adalah perbedaan pendapat kaum musyrik tentang Nabi Muhammad saw. dan Al-Qur’an.
Tafsir Ringkas
“Sungguh, wahai orang-orang musyrik kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat, tentang Nabi Muhammad dan Al-Qur’an.” Di antara mereka ada yang menganggap beliau sebagai tukang sihir, ada yang mengatakan bahwa ia adalah ahli syair, dan ada pula yang meng-anggapnya gila. Sedang mengenai Al-Qur’an, ada yang menyebutnya sebagai dongeng tentang kisah masa lalu, ada yang menilainya sebagai kitab syair, dan ada pula yang menganggapnya sebagai mantra sihir.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menegaskan tentang isi sumpah tersebut, bahwa sesungguhnya orang-orang musyrik benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat tentang Muhammad saw dan Al-Qur’an. Di antara mereka ada yang menganggap Muhammad saw sebagai tukang syair, ada pula yang menu-duhnya sebagai seorang tukang sihir atau gila, dan terhadap Al-Qur’an ada yang menuduh sebagai kitab dongengan purbakala, kitab sihir atau pantun.
Perbedaan pendapat yang sangat mencolok itu menjadi bukti yang nyata tentang rusaknya alam pikiran mereka yang penuh dengan syirik.
يُّؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ اُفِكَۗ
Yu'faku ‘anhu man ufik(a).
Telah dijauhkan darinya (Al-Qur’an dan Rasul) orang yang dipalingkan.
Aż-Żāriyāt - Ayat 9
يُّؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ اُفِكَۗ
Latin
Yu'faku ‘anhu man ufik(a).
Terjemahan Indonesia
Telah dijauhkan darinya (Al-Qur’an dan Rasul) orang yang dipalingkan.
Tafsir Ringkas
Dengan sifat dan sikap yang ingkar dari orang-orang musyrik tersebut, mereka semakin dipalingkan darinya, yaitu dari Al-Qur’an dan Rasul, sehingga mereka semakin jauh dan benar-benar sebagai orang yang dipalingkan dari jalan yang lurus karena keingkaran hatinya sehingga lebih mengedepankan bisikan nafsunya ketimbang tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menegaskan bahwa dalam keadaan berbeda pendapat, orang musyrik tersebut semakin dijauhkan dan dipalingkan dari rasul dan Al-Qur’an sehingga mereka menjadi tambah sesat.
قُتِلَ الْخَرَّاصُوْنَۙ
Qutilal-kharrāṣūn(a).
Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,
Aż-Żāriyāt - Ayat 10
قُتِلَ الْخَرَّاصُوْنَۙ
Latin
Qutilal-kharrāṣūn(a).
Terjemahan Indonesia
Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,
Tafsir Ringkas
Binasa dan terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta dan sering berbicara dengan tanpa dasar sehingga menyesatkan orang,
Tafsir Lengkap
Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang banyak berdusta dikutuk oleh Allah. Mereka termasuk golongan orang-orang yang sangat jahil, yang berkecimpung dalam kegelapan dan kesesatan, juga terbenam dalam kebodohan dan kelalaian yang sangat menyedihkan.
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ غَمْرَةٍ سَاهُوْنَۙ
Allażīna hum fī gamratin sāhūn(a).
(yaitu) orang-orang yang terbenam (dalam kebodohan) lagi lalai (dari urusan akhirat)!
Aż-Żāriyāt - Ayat 11
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ غَمْرَةٍ سَاهُوْنَۙ
Latin
Allażīna hum fī gamratin sāhūn(a).
Terjemahan Indonesia
(yaitu) orang-orang yang terbenam (dalam kebodohan) lagi lalai (dari urusan akhirat)!
Tafsir Ringkas
mereka yang berperilaku demikian yaitu orang-orang yang terbenam dalam ke-sesatan, kebodohan dan sering kali berada dalam kelalaian, sehingga tidak memperhatikan bukti-bukti tentang kekuasaan Allah dan petunjuk-petunjuk-Nya.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang banyak berdusta dikutuk oleh Allah. Mereka termasuk golongan orang-orang yang sangat jahil, yang berkecimpung dalam kegelapan dan kesesatan, juga terbenam dalam kebodohan dan kelalaian yang sangat menyedihkan.
يَسْـَٔلُوْنَ اَيَّانَ يَوْمُ الدِّيْنِۗ
Yas'alūna ayyāna yaumud-dīn(i).
Mereka bertanya, “Kapankah hari Pembalasan itu?”
Aż-Żāriyāt - Ayat 12
يَسْـَٔلُوْنَ اَيَّانَ يَوْمُ الدِّيْنِۗ
Latin
Yas'alūna ayyāna yaumud-dīn(i).
Terjemahan Indonesia
Mereka bertanya, “Kapankah hari Pembalasan itu?”
Tafsir Ringkas
Para pembohong yang lalai sehingga mereka dikutuk itu memperolok-olokkan dakwah Rasulullah dan cenderung mengingkarinya. Oleh karena itu mereka bertanya yang tujuannya adalah untuk mengejek dan bukan karena tidak tahu. Mereka berkata, “Kapankah datangnya hari pembalasan yang selalu engkau ungkapkan itu?”
Tafsir Lengkap
Ayat ini mengungkapkan ketika orang musyrik itu mencemoohkan bertanya kepada Nabi saw, “Kapankah datangnya hari pembalasan itu?”
يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُوْنَ
Yauma hum ‘alan-nāri yuftanūn(a).
(Hari Pembalasan terjadi) pada hari (ketika) mereka diazab dalam api neraka.
Aż-Żāriyāt - Ayat 13
يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُوْنَ
Latin
Yauma hum ‘alan-nāri yuftanūn(a).
Terjemahan Indonesia
(Hari Pembalasan terjadi) pada hari (ketika) mereka diazab dalam api neraka.
Tafsir Ringkas
Dalam rangka merespon olok-olok mereka, maka Allah berkata kepada Nabi Muhammad untuk menjawab bahwa hari pembalasan itu akan terjadi pada hari ketika mereka diazab di dalam api neraka sebagai hukuman dari keingkaran mereka terhadap ajaran-Nya.
Tafsir Lengkap
Ayat ini mengungkapkan bahwa hari pembalasan itu ialah hari ketika orang-orang kafir diazab dengan azab yang sangat pedih di atas api neraka. Sesungguhnya orang-orang musyrik itu jika mempunyai hamba sahaya yang bekerja sebagai buruh harian tentu akan memeriksa pekerjaan mereka se-belum mereka diberi upah. Mereka memeriksa, bertanya dan meneliti hasil pekerjaan buruh-buruh mereka. Apakah tidak dipikirkan oleh mereka ten-tang pengabdian sekalian manusia kepada Allah yang telah melimpahkan segala macam kenikmatan kepadanya, mulai dari penciptaan langit dan bumi dan segala isinya sampai kepada pemenuhan segala hajat kebutuhan manusia seperti sandang, pangan, perumahan, jaminan hari tua, dan sebagainya.
Apakah patut Allah membiarkan mereka hidup berfoya-foya saja, padahal Allah tidak menciptakan manusia secara sia-sia, bahkan pasti akan mengadakan hari kebangkitan dan hari pembalasan? Oleh karena mereka tenggelam dalam arus kebodohan dan kelalaian, maka hal-hal yang sangat masuk akal dan nyata itu dibiarkan lewat begitu saja tanpa kesungguhan dan perhatian, dan barulah mereka sadar ketika mereka diazab di dalam api neraka.
ذُوْقُوْا فِتْنَتَكُمْۗ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَسْتَعْجِلُوْنَ
Żūqū fitnatakum, hāżal-lażī kuntum bihī tasta‘jilūn(a).
(Dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah azabmu! Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.”
Aż-Żāriyāt - Ayat 14
ذُوْقُوْا فِتْنَتَكُمْۗ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَسْتَعْجِلُوْنَ
Latin
Żūqū fitnatakum, hāżal-lażī kuntum bihī tasta‘jilūn(a).
Terjemahan Indonesia
(Dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah azabmu! Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.”
Tafsir Ringkas
Setelah para pembohong mendapatkan hukumannya, maka kemudian dikatakan kepada mereka, “Rasakanlah azabmu yang ditimpakan kepada kamu ini. Inilah azab yang dahulu ketika hidup di dunia tidak kamu percayai dan minta agar disegerakan datangnya.”
Tafsir Lengkap
Di samping azab yang amat pedih, mereka juga menderita azab roha-ni ketika para malaikat berkata, “Rasakanlah azabmu ini yang dahulu pada waktu di dunia selalu kamu minta agar disegerakan.”
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ
Innal-muttaqīna fī jannātiw wa ‘uyūn(in).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air.
Aż-Żāriyāt - Ayat 15
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ
Latin
Innal-muttaqīna fī jannātiw wa ‘uyūn(in).
Terjemahan Indonesia
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam (surga yang penuh) taman-taman dan mata air.
Tafsir Ringkas
Pada ayat yang lalu dijelaskan tentang balasan bagi orang-orang yang durhaka, maka pada ayat-ayat berikut ini diterangkan tentang ganjaran bagi mereka yang bertakwa. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa dan selalu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larang-an-Nya akan diberi ganjaran yang baik dan berada di dalam taman-taman, yaitu surga yang indah, menyenangkan, dan selain itu mereka juga berada di mata air yang jernih lagi sejuk menyegarkan.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, yang menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya berada di dalam taman-taman surga yang mengalir di bawahnya air yang jernih dan murni, sangat menyenangkan, sangat nyaman, di luar perkiraan dan bayangan yang tergores dalam hati dan terpandang oleh mata; terlebih-lebih karena mereka tetap abadi di dalamnya, tidak akan keluar lagi, tetap berada dalam keridaan Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Pahala yang demikian itu ada kaitannya dengan amal perbuatan mereka ketika di dunia yaitu mereka mengambil segala pemberian yang di-anugerahkan oleh Tuhan kepada mereka itu, karena sesungguhnya mereka ketika berada di dunia selalu mengerjakan amal kebajikan, baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia dengan tujuan semata-mata untuk mencapai keridaan-Nya.
اٰخِذِيْنَ مَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَۗ
Ākhiżīna mā ātāhum rabbuhum, innahum kānū qabla żālika muḥsinīn(a).
(Di surga) mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
Aż-Żāriyāt - Ayat 16
اٰخِذِيْنَ مَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَۗ
Latin
Ākhiżīna mā ātāhum rabbuhum, innahum kānū qabla żālika muḥsinīn(a).
Terjemahan Indonesia
(Di surga) mereka dapat mengambil apa saja yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.
Tafsir Ringkas
Mereka sangat menikmati ganjaran ini dan mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Orang-orang yang bertakwa itu mendapat anugerah yang membahagiakan ini karena sesungguhnya mereka sebelum itu, yakni saat kehidupannya di dunia adalah orang-orang yang selalu tekun beribadah dan berbuat baik kepada sesama dengan tujuan untuk mendapatkan rida-Nya.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, yang menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya berada di dalam taman-taman surga yang mengalir di bawahnya air yang jernih dan murni, sangat menyenangkan, sangat nyaman, di luar perkiraan dan bayangan yang tergores dalam hati dan terpandang oleh mata; terlebih-lebih karena mereka tetap abadi di dalamnya, tidak akan keluar lagi, tetap berada dalam keridaan Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Pahala yang demikian itu ada kaitannya dengan amal perbuatan mereka ketika di dunia yaitu mereka mengambil segala pemberian yang di-anugerahkan oleh Tuhan kepada mereka itu, karena sesungguhnya mereka ketika berada di dunia selalu mengerjakan amal kebajikan, baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia dengan tujuan semata-mata untuk mencapai keridaan-Nya.
كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ
Kānū qalīlam minal-laili mā yahja‘ūn(a).
Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;
Aż-Żāriyāt - Ayat 17
كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ
Latin
Kānū qalīlam minal-laili mā yahja‘ūn(a).
Terjemahan Indonesia
Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam;
Tafsir Ringkas
Mereka, orang-orang yang bertakwa itu, sedikit sekali tidur pada waktu malam,
Tafsir Lengkap
Ayat ini menerangkan tentang sifat-sifat orang yang takwa, yaitu sedikit sekali tidur pada waktu malam karena mengisi waktu dengan salat Tahajud. Mereka dalam melakukan ibadah tahajudnya merasa tenang dan penuh dengan kerinduan, dan dalam munajatnya kepada Allah sengaja memilih waktu yang sunyi dari gangguan makhluk lain seperti dua orang pengantin baru dalam menumpahkan isi hati kepada kesayangannya, tentu memilih tempat dan waktu yang nyaman dan aman, bebas dari gangguan siapa pun.
Mereka ingat bahwa hidup berkumpul dengan keluarga dan yang lainnya tidak dapat berlangsung selama-lamanya. Bila telah tiba ajal, pasti berpisah, masuk ke dalam kubur, masing-masing sendirian saja. Oleh karena itu, se-belum tiba waktu perpisahan, mereka merasa sangat perlu mengadakan hubungan khidmat dan mahabbah dengan Tuhan Yang Mahakuasa, satu-satunya penguasa yang dapat memenuhi segala harapan.
Di akhir-akhir malam (pada waktu sahur) mereka memohon ampun kepada Allah. Sengaja dipilihnya waktu sahur itu oleh karena kebanyakan orang sedang tidur nyenyak, keadaan sunyi dari segala kesibukan sehingga mudah menjalin hubungan dengan Tuhannya.
وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Wa bil-asḥāri hum yastagfirūn(a).
dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).
Aż-Żāriyāt - Ayat 18
وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Latin
Wa bil-asḥāri hum yastagfirūn(a).
Terjemahan Indonesia
dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).
Tafsir Ringkas
sebagian waktunya dipergunakan untuk melakukan kebaikan dan ibadah kepada Tuhannya, dan pada akhir malam, setelah melaksanakan salat tahajud mereka melanjutkan dengan zikir dan memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun kepada semua makhluk-Nya yang bertobat.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menerangkan tentang sifat-sifat orang yang takwa, yaitu sedikit sekali tidur pada waktu malam karena mengisi waktu dengan salat Tahajud. Mereka dalam melakukan ibadah tahajudnya merasa tenang dan penuh dengan kerinduan, dan dalam munajatnya kepada Allah sengaja memilih waktu yang sunyi dari gangguan makhluk lain seperti dua orang pengantin baru dalam menumpahkan isi hati kepada kesayangannya, tentu memilih tempat dan waktu yang nyaman dan aman, bebas dari gangguan siapa pun.
Mereka ingat bahwa hidup berkumpul dengan keluarga dan yang lainnya tidak dapat berlangsung selama-lamanya. Bila telah tiba ajal, pasti berpisah, masuk ke dalam kubur, masing-masing sendirian saja. Oleh karena itu, se-belum tiba waktu perpisahan, mereka merasa sangat perlu mengadakan hubungan khidmat dan mahabbah dengan Tuhan Yang Mahakuasa, satu-satunya penguasa yang dapat memenuhi segala harapan.
Di akhir-akhir malam (pada waktu sahur) mereka memohon ampun kepada Allah. Sengaja dipilihnya waktu sahur itu oleh karena kebanyakan orang sedang tidur nyenyak, keadaan sunyi dari segala kesibukan sehingga mudah menjalin hubungan dengan Tuhannya.
وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ
Wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā'ili wal-maḥrūm(i).
Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta.
Aż-Żāriyāt - Ayat 19
وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ
Latin
Wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā'ili wal-maḥrūm(i).
Terjemahan Indonesia
Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta.
Tafsir Ringkas
Orang-orang yang bertakwa itu selalu taat dalam melaksanakan ajaran Allah, dan mereka juga menyadari bahwa pada harta benda yang mereka miliki sesungguhnya ada hak yang mesti dikeluarkan, baik berupa zakat maupun sedekah, untuk orang miskin yang meminta bantuan dan orang miskin yang tidak mengulurkan tangan untuk meminta kepada orang lain.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menjelaskan bahwa di samping mereka melaksanakan salat wajib dan sunah, mereka juga selalu mengeluarkan infāq fi sabīlillāh dengan mengeluarkan zakat wajib atau sumbangan derma atau sokongan sukarela karena mereka memandang bahwa pada harta-harta mereka itu ada hak fakir miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta bagian karena merasa malu untuk meminta.
Ibnu Jarīr meriwayatkan sebuah hadis dari Abū Hurairah bahwa Nabi Muhammad saw pernah menerangkan siapa saja yang tergolong orang miskin, dengan sabdanya:
لَيْسَ الْمِسْكِيْنُ الَّذِيْ تَرُدُّهُ التَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ وَاْلأَكْلَةُ وَاْلأَكْلَتَانِ. قِيْلَ: فَمَنِ الْمِسْكِيْنُ؟ قَالَ: الَّذِيْ لَيْسَ لَهُ مَا يُغْنِيْهِ وَلَا يُعْلَمُ مَكَانُهُ فَيُتَصَدَّقُ عَلَيْهِ فَذٰلِكَ الْمَحْرُوْمُ. (رواه ابن جرير عن أبو هريرة)
Bukanlah orang miskin itu yang tidak diberi sebiji dan dua biji kurma atau sesuap dan dua suap makanan. Beliau ditanya, “(Jika demikian) siapakah yang dinamakan miskin itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mempunyai apa yang diperlukan dan tidak dikenal tempatnya sehingga tidak diberikan sedekah kepadanya. Itulah orang yang mahrūm tidak dapat bagian.” (Riwayat Ibnu Jarīr dari Abū Hurairah)
Di dalam Al-Qur’an terdapat tiga kelompok ayat yang selalu berdampingan, tidak dapat dipisahkan, yaitu perintah untuk salat dan mengeluarkan zakat, perintah agar taat kepada Allah dan rasul-Nya, dan perintah untuk bersyukur kepada Allah dan kedua ibu-bapak.
Setelah Allah menerangkan sifat-sifat orang yang bertakwa, maka Allah menjelaskan bahwa mereka itu melihat dengan hati nurani tanda-tanda kekuasaan Allah pada alam kosmos, pada alam semesta yang melintang di sekelilingnya, di bumi dan di langit sehingga memiliki ketenangan jiwa, sebagai tanda seorang yang sudah makrifah kepada Allah.
وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ
Wa fil-arḍi āyātul lil-mūqinīn(a).
Di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin.
Aż-Żāriyāt - Ayat 20
وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ
Latin
Wa fil-arḍi āyātul lil-mūqinīn(a).
Terjemahan Indonesia
Di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin.
Tafsir Ringkas
dan selain itu di bumi juga terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya. Namun semuanya itu hanya dapat dipahami bagi orang-orang yang yakin,
Tafsir Lengkap
Ayat ini menerangkan bahwa di bumi ini terdapat tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah bila dilihat dengan mata hati yaitu benda-benda yang besar, cantik dan indah seperti matahari, bulan, gunung-gunung, hutan yang lebat, perkebunan yang subur, samudera yang biru luas sepanjang penglihatan mata yang diisi dengan bermacam-macam ikan seperti yang tampak dalam aquarium, dan lain-lain. Itu semuanya menunjukkan betapa agung dan sempurna Penciptanya, yaitu Allah Rabbul ‘ālamīn. Tafakur tentang keindahan alam ini benar-benar menambah cinta dan keyakinan orang yang yakin akan kekuasaan Allah.