An-Najm
النّجم
Bintang | 62 Ayat | Makkiyah
ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ
Ṡumma yujzāhul-jazā'al-aufā.
kemudian dia akan diberi balasan atas (amalnya) itu dengan balasan yang paling sempurna,
An-Najm - Ayat 41
ثُمَّ يُجْزٰىهُ الْجَزَاۤءَ الْاَوْفٰىۙ
Latin
Ṡumma yujzāhul-jazā'al-aufā.
Terjemahan Indonesia
kemudian dia akan diberi balasan atas (amalnya) itu dengan balasan yang paling sempurna,
Tafsir Ringkas
Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menyatakan bahwa Allah akan membalas amal perbuatan seseorang dengan balasan yang lebih sempurna dengan melipatgandakan baginya perbuatan baik, dan membalas suatu kejahatan dengan yang serupa atau dimaafkan.
نَبِّئْ عِبَادِيْٓ اَنِّيْٓ اَنَا الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُۙ ٤٩ وَاَنَّ عَذَابِيْ هُوَ الْعَذَابُ الْاَلِيْمُ ٥٠
Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang, dan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih. (al-Ḥijr/15: 49-50)
وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
Wa anna ilā rabbikal-muntahā.
bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),
An-Najm - Ayat 42
وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰىۙ
Latin
Wa anna ilā rabbikal-muntahā.
Terjemahan Indonesia
bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),
Tafsir Ringkas
Amal yang baik akan mendapat balasan yang berlipat ganda, dan amal yang buruk akan dibalas sesuai kadar keburukannya. Dan selain itu, disebutkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya hanya kepada Tuhanmu permulaan dan kesudahan segala sesuatu.
Tafsir Lengkap
Allah tempat kembali segala sesuatu pada hari Kiamat dan Ia akan menghisab yang kecil dan besar, lalu Ia memberi pahala atau siksa sesuai dengan perbuatan mereka masing-masing.
Ayat ini merupakan peringatan keras bagi orang jahat, dan bujukan yang halus bagi orang-orang baik dan sebagai penghibur hati bagi Nabi Muhammad saw, seperti firman-Nya:
فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘاِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ ٧٦
Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan. (Yāsīn/36: 76)
وَاَنَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَبْكٰى
Wa annahū huwa aḍḥaka wa abkā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
An-Najm - Ayat 43
وَاَنَّهٗ هُوَ اَضْحَكَ وَاَبْكٰى
Latin
Wa annahū huwa aḍḥaka wa abkā.
Terjemahan Indonesia
bahwa sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
Tafsir Ringkas
Dan selain itu, diterangkan pula dalam lembaran-lembaran kitab suci itu bahwa sesungguhnya Dialah Yang Mahakuasa yang telah menjadikan orang tertawa dan menangis serta menciptakan faktor-faktor yang menyebabkannya,
Tafsir Lengkap
Allah-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis serta sebab-sebabnya. Maksudnya, Dia yang menjadikan manusia gembira karena perbuatannya yang baik, dan Dia yang menyebabkan manusia sedih, menangis dan prihatin karena perbuatannya, yaitu perbuatan yang menyenangkan atau menyusahkan.
وَاَنَّهٗ هُوَ اَمَاتَ وَاَحْيَاۙ
Wa annahū huwa amāta wa aḥyā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,
An-Najm - Ayat 44
وَاَنَّهٗ هُوَ اَمَاتَ وَاَحْيَاۙ
Latin
Wa annahū huwa amāta wa aḥyā.
Terjemahan Indonesia
bahwa sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,
Tafsir Ringkas
dan sesungguhnya Dia pula yang mematikan dan menghidupkan ciptaan-Nya.
Tafsir Lengkap
Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa sesungguhnya Dia-lah yang menjadikan mati dan hidup karena Dia adalah zat yang sanggup untuk menghidupkan, mematikan dan menghidupkan kembali.
الَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ ٢
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun. (al-Mulk/67: 2)
وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۙ
Wa annahū khalaqaz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan
An-Najm - Ayat 45
وَاَنَّهٗ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۙ
Latin
Wa annahū khalaqaz-zaujainiż-żakara wal-unṡā.
Terjemahan Indonesia
bahwa sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan
Tafsir Ringkas
Dan disebutkan pula dalam suhuf Nabi Ibrahim dan Musa bahwa sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan, jantan dan betina,
Tafsir Lengkap
Allah yang menciptakan laki-laki dan perempuan dari “air mani yang dipancarkan ke dalam rahim.” Kemudian dihembuskannya ruh, sehingga dia hidup dan bergerak.
Ayat 45 kembali menjelaskan mengenai keberpasangan ciptaan. Uraiannya dapat dilihat pada beberapa ayat terdahulu, seperti: Yāsīn/36: 36; ar-Ra‘d/13: 3; as-Syu‘arā’/26: 7; dan aż-Ẓāriyāt/51: 49.
Ayat 46 menjelaskan penciptaan manusia yang datangnya dari pasangan laki-laki dan perempuan, sebagai tercantum dalam beberapa ayat sebelumnya. Air mani sebagai salah satu komponen pembentuk kehidupan diuraikan secara sepintas saja. Penjelasannya dapat ditemui pada beberapa uraian dalam ayat-ayat, seperti, al-Ḥajj/22: 5; al-Mu’minūn/23: 13-14; dan Fāṭir/35: 11. Dalam ayat-ayat tersebut telah diuraikan secara rinci dalam tahapan proses perkembangan embrio manusia. Bahkan mengenai air mani sendiri, dijelaskan, antara lain, pada ayat-ayat as-Sajdah/32: 7-9. Penjelasan selanjutnya, yang sangat ilmiah, ditemukan pada penjelasan dari Surah aṭ-Ṭāriq/86: 6-7 dan al-Insān/76: 2.
مِنْ نُّطْفَةٍ اِذَا تُمْنٰىۙ
Min nuṭfatin iżā tumnā.
dari mani ketika dipancarkan
An-Najm - Ayat 46
مِنْ نُّطْفَةٍ اِذَا تُمْنٰىۙ
Latin
Min nuṭfatin iżā tumnā.
Terjemahan Indonesia
dari mani ketika dipancarkan
Tafsir Ringkas
dari mani apabila dipancarkan, yang selanjutnya pencipaan itu melalui proses yang telah ditetapkan.
Tafsir Lengkap
Allah yang menciptakan laki-laki dan perempuan dari “air mani yang dipancarkan ke dalam rahim.” Kemudian dihembuskannya ruh, sehingga dia hidup dan bergerak.
Ayat 45 kembali menjelaskan mengenai keberpasangan ciptaan. Uraiannya dapat dilihat pada beberapa ayat terdahulu, seperti: Yāsīn/36: 36; ar-Ra‘d/13: 3; as-Syu‘arā’/26: 7; dan aż-Ẓāriyāt/51: 49.
Ayat 46 menjelaskan penciptaan manusia yang datangnya dari pasangan laki-laki dan perempuan, sebagai tercantum dalam beberapa ayat sebelumnya. Air mani sebagai salah satu komponen pembentuk kehidupan diuraikan secara sepintas saja. Penjelasannya dapat ditemui pada beberapa uraian dalam ayat-ayat, seperti, al-Ḥajj/22: 5; al-Mu’minūn/23: 13-14; dan Fāṭir/35: 11. Dalam ayat-ayat tersebut telah diuraikan secara rinci dalam tahapan proses perkembangan embrio manusia. Bahkan mengenai air mani sendiri, dijelaskan, antara lain, pada ayat-ayat as-Sajdah/32: 7-9. Penjelasan selanjutnya, yang sangat ilmiah, ditemukan pada penjelasan dari Surah aṭ-Ṭāriq/86: 6-7 dan al-Insān/76: 2.
وَاَنَّ عَلَيْهِ النَّشْاَةَ الْاُخْرٰىۙ
Wa anna ‘alaihin nasy'atal-ukhrā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),
An-Najm - Ayat 47
وَاَنَّ عَلَيْهِ النَّشْاَةَ الْاُخْرٰىۙ
Latin
Wa anna ‘alaihin nasy'atal-ukhrā.
Terjemahan Indonesia
bahwa sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),
Tafsir Ringkas
Dan dalam kedua suhuf itu juga diterangkan bahwa sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain,
Tafsir Lengkap
Allah yang menghidupkan manusia sesudah mati untuk membalas orang yang berbuat baik atau jahat sesuai dengan apa yang dikerjakannya.
وَاَنَّهٗ هُوَ اَغْنٰى وَاَقْنٰىۙ
Wa annahū huwa agnā wa aqnā.
bahwa sesungguhnya Dialah yang menganugerahkan kekayaan dan kecukupan,
An-Najm - Ayat 48
وَاَنَّهٗ هُوَ اَغْنٰى وَاَقْنٰىۙ
Latin
Wa annahū huwa agnā wa aqnā.
Terjemahan Indonesia
bahwa sesungguhnya Dialah yang menganugerahkan kekayaan dan kecukupan,
Tafsir Ringkas
dan disebutkan pula bahwa sesungguhnya Dialah yang memberikan kepada semua makhluk kekayaan serta kepuasan hati dari kegiatan yang diusahakan dan memberikan kecukupan atas apa yang disimpan.
Tafsir Lengkap
Allah yang memberikan kekayaan atau kemiskinan bagi orang yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya, sesuai dengan kesanggupan dan usaha masing-masing.
Ayat ini menunjukkan kekuasaan yang sempurna, bahwa nuṭfah (setetes mani) adalah sesuai bagian-bagiannya menurut kenyataan. Dari nuṭfah ini Allah jadikan bermacam-macam anggota, tabiat yang berlain-lainan, laki-laki atau perempuan, maka tidak ada orang yang mengaku dapat membuatnya, sebagaimana tidak ada yang mengaku menjadikan langit dan bumi selain Allah.
وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُ
Dan sungguh, jika engkau (Muhammad) tanyakan kepada mereka, ”Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab, ”Allah.” (Luqmān/31: 25)
اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗ ٣٦ اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰى ٣٧ ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰىۙ ٣٨ فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗ ٣٩ اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى ࣖ ٤٠
Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (al-Qiyāmah/75: 36-40)
وَاَنَّهٗ هُوَ رَبُّ الشِّعْرٰىۙ
Wa annahū huwa rabbusy-syi‘rā.
bahwa sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi‘ra,704)
An-Najm - Ayat 49
وَاَنَّهٗ هُوَ رَبُّ الشِّعْرٰىۙ
Latin
Wa annahū huwa rabbusy-syi‘rā.
Terjemahan Indonesia
bahwa sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi‘ra,704)
Catatan Kaki
704)Syi‘ra adalah nama bintang yang disembah oleh sebagian orang Arab pada masa Jahiliah.
Tafsir Ringkas
Dan selain itu, dalam kedua suhuf itu juga disebutkan bahwa sesungguhnya Dialah Tuhan yang menciptakan, memiliki, dan mengendalikan bintang Syira, bintang sembahan orang Arab pada masa Jahiliah.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat ini Allah menyatakan bahwa Dia-lah Tuhan yang memiliki bintang Syi‘rā, yang sangat gemerlapan ini, yang terbit beriringan dengan bintang Jauzā‘ dipertengahan musim panas.
Mengkhususkan sebutan bintang ini dari planet-planet angkasa lainnya yang lebih besar dan lebih gemerlapan, karena bintang ini disembah pada zaman jahiliyah, yang menyembahnya adalah kabilah Himyar dan Khuza‘ah. Orang pertama yang mengadakan penyembahan ini adalah Abu Kabsyah. Dia adalah pembesar bangsa Arab, sehingga orang Quraisy menyatakan, bahwa Nabi Muhammad saw, adalah anak Abu Kabsyah, sebagai persamaan karena berbeda dalam hal prinsip agamanya dengan agama nenek moyang mereka.
Abu Kabsyah ini adalah salah seorang dari nenek Nabi Muhammad saw, dari pihak ibunya. Sebagaimana yang dikatakan Abu Sufyan ketika ia berada di hadapan Heraclius yang menjadi Pembesar Rum, “Sungguh telah menjadi besar persoalan anak Abu Kabsyah ini (Nabi saw).”
Di antara bangsa Arab ada yang memuja bintang dan mengakui pengaruhnya terhadap alam semesta dan mereka membicarakan tentang masalah-masalah yang gaib ketika bintang itu terbit.
Bintang Syi‘rā ini ada dua, satu di antaranya berada di sebelah Syam (Palestina) dan yang lain berada di sebelah Yaman. Keterangan inilah yang dimaksudkan di sini yang disembah selain Allah.
وَاَنَّهٗٓ اَهْلَكَ عَادًا ۨالْاُوْلٰىۙ
Wa annahū ahlaka ‘ādanil-ūlā.
dan bahwa sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan (kaum) ‘Ad yang terdahulu
An-Najm - Ayat 50
وَاَنَّهٗٓ اَهْلَكَ عَادًا ۨالْاُوْلٰىۙ
Latin
Wa annahū ahlaka ‘ādanil-ūlā.
Terjemahan Indonesia
dan bahwa sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan (kaum) ‘Ad yang terdahulu
Tafsir Ringkas
Setelah menjelaskan ajaran dan tuntunan Allah dalam suhuf Nabi Ibrahim dan Musa, pada ayat ini Allah menyebut azab yang telah ditimpakan-Nya kepada umat-umat masa lalu. Dan diterangkan bahwa sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan umat Nabi Hud, yakni kaum Ad pada zaman dahulu kala,
Tafsir Lengkap
Allah yang membinasakan kaum ‘Ād yang pertama yaitu kaum Nabi Hud, dan yang dimaksud dengan kaum ‘Ād yang kedua ialah kaum Iram bin Sām bin Nūh.
اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍۖ ٦ اِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِۖ ٧ الَّتِيْ لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِى الْبِلَادِۖ ٨
Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap (kaum) ‘Ād? (yaitu) penduduk Iram (ibukota kaum ‘Ād) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu di negeri-negeri lain. (al-Fajr/89: 6-8)
Kaum ‘Ād kedua ini golongan manusia yang sangat kuat dan banyak berbuat durhaka terhadap Allah dan Rasul-Nya, Kemudian Allah membinasakan mereka dengan angin yang sangat dingin dan kencang, Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan tujuh hari terus-menerus.
وَثَمُوْدَا۟ فَمَآ اَبْقٰىۙ
Wa ṡamūda famā abqā.
dan (kaum) Samud. Tidak seorang pun ditinggalkan-Nya (hidup).
An-Najm - Ayat 51
وَثَمُوْدَا۟ فَمَآ اَبْقٰىۙ
Latin
Wa ṡamūda famā abqā.
Terjemahan Indonesia
dan (kaum) Samud. Tidak seorang pun ditinggalkan-Nya (hidup).
Tafsir Ringkas
dan Allah pula yang telah membinasakan kaum Samud, umat Nabi Saleh. Karena kafir, mereka semua dibinasakan dan tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya dalam keadaan hidup.
Tafsir Lengkap
Allah membinasakan kaum Ṡamūd dan tidak membiarkan mereka hidup, bahkan mereka disiksa dengan azab Tuhan yang sangat dahsyat, dalam ayat yang lain yang sama maksudnya, Allah berfirman:
فَهَلْ تَرٰى لَهُمْ مِّنْۢ بَاقِيَةٍ ٨
Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka? (al-Ḥāqqah/69: 8)
وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا هُمْ اَظْلَمَ وَاَطْغٰىۗ
Wa qauma nūḥim min qabl(u), innahum kānū hum aẓlama wa aṭgā.
Sebelum itu kaum Nuh juga (dibinasakan). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih durhaka.
An-Najm - Ayat 52
وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا هُمْ اَظْلَمَ وَاَطْغٰىۗ
Latin
Wa qauma nūḥim min qabl(u), innahum kānū hum aẓlama wa aṭgā.
Terjemahan Indonesia
Sebelum itu kaum Nuh juga (dibinasakan). Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang lebih zalim dan lebih durhaka.
Tafsir Ringkas
dan karena keingkarannya pula kaum Nabi Nuh dibinasakan sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka dibanding kedua umat sebelumnya, Ad dan Samud.
Tafsir Lengkap
Allah membinasakan kaum Nuh sebelum kaum ‘Ād dan Ṡamūd. Mereka lebih zalim daripada kedua kaum ini, karena mereka adalah orang-orang yang pertama membuat kezaliman dan kedurhakaan sedangkan orang yang paling zalim, sebagaimana hadis Nabi, “Barang siapa mengadakan suatu perbuatan jahat, maka dia memikul dosanya.”
Kaum Nuh lebih durhaka daripada kaum ‘Ād dan Ṡamūd, karena mereka telah melampaui batas, padahal sejak lama mereka telah mendengar seruan Nabi Nuh, namun mereka tetap membangkang sehingga Nabi Nuh habis kesabarannya dan mendoakan kebinasaan mereka.
رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا
Dan Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. (Nūh/71: 26)
Ada seorang ayah yang membawa anaknya pergi menemui Nuh untuk memperingatkannya seraya mengatakan kepada anaknya, “Wahai anakku! Ayahku dahulu membawa aku kepada orang ini, seperti sekarang aku membawamu. Awas engkau jangan mempercayainya!” Si ayah mati dalam kekafirannya sedang anaknya yang masih kecil hidup berpegang kepada wasiat ayahnya, sehingga seruan Nuh mengajar manusia beriman tidak mempengaruhi lagi anak itu.
وَالْمُؤْتَفِكَةَ اَهْوٰىۙ
Wal-mu'tafikata ahwā.
Dia juga menjungkirbalikkan negeri kaum Lut,
An-Najm - Ayat 53
وَالْمُؤْتَفِكَةَ اَهْوٰىۙ
Latin
Wal-mu'tafikata ahwā.
Terjemahan Indonesia
Dia juga menjungkirbalikkan negeri kaum Lut,
Tafsir Ringkas
Itulah kisah umat yang durhaka kepada nabinya, dan selain mereka hukuman Allah yang berupa prahara angin telah meruntuhkan negeri kaum Nabi Lut yang ingkar dan menolak ajarannya,
Tafsir Lengkap
Allah telah memusnahkan kaum Lut dengan menjungkir-balikkan negeri mereka dan menurunkan azab kepada mereka berupa hujan batu yang terbakar, sambil menghujani mereka dengan batu-batu dari tanah yang terbakar, bertubi-tubi. Dalam ayat lain yang sama maksudnya, Allah berfirman:
وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ ١٧٣
Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. (asy-Syu‘arā'/26: 173)
Inilah yang dikehendaki oleh Allah dengan firman-Nya, “Allah menimpakan atas negeri mereka azab yang menimpanya.” Pengungkapan keadaan dengan kata-kata tersebut menunjukkan kehebatan azab yang menimpa mereka karena Allah membalikkan-Nya, yang atas menjadi bawah dan bawah menjadi atas.
Keterangan yang jelas dan nyata itu tak dapat meyakinkan mereka, bahkan membikin mereka ragu-ragu, mereka menertawakannya, walaupun Nabi Muhammad saw terus-menerus memperingatkan mereka. Sebenarnya mereka harus menangis atas kesalahan dan kelengahan mereka dan sembah sujud kepada Allah.
فَغَشّٰىهَا مَا غَشّٰىۚ
Fa gasysyāhā mā gasysyā.
lalu Dia menimbuninyadengan apa yang menimpanya.
An-Najm - Ayat 54
فَغَشّٰىهَا مَا غَشّٰىۚ
Latin
Fa gasysyāhā mā gasysyā.
Terjemahan Indonesia
lalu Dia menimbuninyadengan apa yang menimpanya.
Tafsir Ringkas
lalu dengan angin tersebut Allah menimbuni negeri itu dengan puing-puing dan bebatuan yang menimpanya.
Tafsir Lengkap
Allah telah memusnahkan kaum Lut dengan menjungkir-balikkan negeri mereka dan menurunkan azab kepada mereka berupa hujan batu yang terbakar, sambil menghujani mereka dengan batu-batu dari tanah yang terbakar, bertubi-tubi. Dalam ayat lain yang sama maksudnya, Allah berfirman:
وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ ١٧٣
Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. (asy-Syu‘arā'/26: 173)
Inilah yang dikehendaki oleh Allah dengan firman-Nya, “Allah menimpakan atas negeri mereka azab yang menimpanya.” Pengungkapan keadaan dengan kata-kata tersebut menunjukkan kehebatan azab yang menimpa mereka karena Allah membalikkan-Nya, yang atas menjadi bawah dan bawah menjadi atas.
Keterangan yang jelas dan nyata itu tak dapat meyakinkan mereka, bahkan membikin mereka ragu-ragu, mereka menertawakannya, walaupun Nabi Muhammad saw terus-menerus memperingatkan mereka. Sebenarnya mereka harus menangis atas kesalahan dan kelengahan mereka dan sembah sujud kepada Allah.
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكَ تَتَمَارٰى
Fa bi'ayyi ālā'i rabbika tatamārā.
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?
An-Najm - Ayat 55
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكَ تَتَمَارٰى
Latin
Fa bi'ayyi ālā'i rabbika tatamārā.
Terjemahan Indonesia
Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?
Tafsir Ringkas
Kehancuran umat-umat pengingkar pada masa lalu merupakan peringatan dari Allah untuk generasi sekarang dan mendatang. Merupakan salah satu bentuk nikmat-Nya bagaimana umat pada masa kini dapat mengambil pelajaran dan lebih berhati-hati dalam kehidupannya. Wahai manusia, jika umat-umat itu mendapat hukuman karena keingkaran mereka, maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan sehingga kamu mengingkarinya?
Tafsir Lengkap
Allah menyatakan dalam bentuk pertanyaan kepada manusia tentang nikmat-Nya yang manakah, yang masih diragukan, dalam ayat-ayat berikut ini yang sama maksudnya.
يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ ٦
Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia. (al-Infiṭār/82: 6)
وَكَانَ الْاِنْسَانُ اَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا
Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah. (al-Kahf/18: 54)
فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ١٦
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (ar-Raḥmān/55: 16)
Pada hakikatnya musibah yang menimpa itu dapat membawa manusia kepada kesadaran bagi mereka yang memperhatikannya. Semua nikmat itu adalah bukti yang nyata atas ke-Esaan Allah.
هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى
Hāżā nażīrum minan-nużuril-ūlā.
Ini (Nabi Muhammad) adalah salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang terdahulu.
An-Najm - Ayat 56
هٰذَا نَذِيْرٌ مِّنَ النُّذُرِ الْاُوْلٰى
Latin
Hāżā nażīrum minan-nużuril-ūlā.
Terjemahan Indonesia
Ini (Nabi Muhammad) adalah salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang terdahulu.
Tafsir Ringkas
Wahai manusia, Nabi Muhammad ini adalah salah seorang pemberi peringatan yang diamanati untuk mengingatkan kamu dan ia termasuk di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menyatakan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad saw dengan Al-Qur’annya adalah pemberi peringatan terhadap orang yang menyimpang dari petunjuk-Nya dengan mengikuti hawa nafsu yang membawa kepada kecelakaan dunia dan akhirat. Nabi Muhammad saw, seperti para rasul sebelumnya, menyampaikan seruan kepada manusia, tetapi sebagian manusia mendustakan kerasulan-Nya, maka Allah menghancurkan dan menjatuhkan azab kepada mereka sesuai dengan kedustaan dan keingkaran mereka terhadap nikmat-nikmat yang terus-menerus datang dari Tuhan, dalam ayat yang lain:
اِنْ هُوَ اِلَّا نَذِيْرٌ لَّكُمْ بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيْدٍ
Dia tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.” (Saba'/34: 46)
Dalam hadis Nabi yang ada hubungannya dengan ayat ini yaitu:
اَنَا النَّذِيْرُ اْلعُرْيَانُ. (رواه البخاري ومسلم)
Saya pemberi peringatan yang tak berpakaian. (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim)
Maksudnya, karena terburu-buru melihat kejahatan, sehingga tidak sempat memakai pakaian, terus berangkat untuk mengingatkan kaumnya. Bisa juga berarti polos dan tegas.
اَزِفَتِ الْاٰزِفَةُ ۚ
Azifatil-āzifah(tu).
(Hari Kiamat) yang dekat makin mendekat.
An-Najm - Ayat 57
اَزِفَتِ الْاٰزِفَةُ ۚ
Latin
Azifatil-āzifah(tu).
Terjemahan Indonesia
(Hari Kiamat) yang dekat makin mendekat.
Tafsir Ringkas
Di antara peringatan Nabi Muhammad adalah kepastian akan datangnya hari kiamat yang semakin hari semakin dekat. Sesuatu yang dekat, yaitu hari kiamat, kedatangannya telah makin mendekat
Tafsir Lengkap
Ayat ini menerangkan, bahwa hari Kiamat sudah dekat masanya dan neraka telah tersedia, tiap manusia akan menerima balasan sesuai dengan perbuatannya, maka waspadalah, agar kamu tidak termasuk di antara orang yang binasa, yaitu pada suatu hari yang tidak berguna. Pada waktu itu harta dan anak tidak dapat memberi manfaat kepada anggota keluarga lainnya sedikit pun dan mereka tidak mendapat pertolongan apa pun, kecuali orang yang datang menghadapi Allah dengan hati yang bersih.
اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ ١ لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ ٢
Apabila terjadi hari Kiamat, terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal). (al-Wāqi‘ah/56: 1-2)
Dan tersebut dalam hadis:
مَثَلِىْ وَ مَثَلُ السَّاعَةِ كَهَاتَيْنِ وَفَرَّقَ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ الوُسْطَى وَالَّتِيْ تَلِي الاِبْهَامَ. (رواه أحمد)
Kerasulanku ini dibandingkan dengan hari Kiamat adalah seperti dua ini, dan beliau menceraikan antara dua anak jari-jari tengah dan telunjuk. (Riwayat Aḥmad)
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌ ۗ
Laisa lahā min dūnillāhi kāsyifah(tun).
Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
An-Najm - Ayat 58
لَيْسَ لَهَا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ كَاشِفَةٌ ۗ
Latin
Laisa lahā min dūnillāhi kāsyifah(tun).
Terjemahan Indonesia
Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
Tafsir Ringkas
dan tidak ada seorang pun yang akan dapat mengungkapkan kapan hari itu tiba, selain Allah yang telah menetapkannya sejak zaman azali.
Tafsir Lengkap
Ayat ini menerangkan bahwa, tidak ada seorang pun yang mengetahui waktu tibanya hari Kiamat selain dari Allah, maka bersiap-siaplah untuk menghadapi hari itu sebelum datang secara tiba-tiba, dalam keadaan kamu tidak memperkirakan. Kamu akan menyesali kesalahan yang tidak ada gunanya, karenanya, beramallah selama masih ada kesempatan untuk beramal.
Dengan ayat ini diungkapkan tiga macam dasar agama yaitu:
1. Keesaan Allah berdasarkan firman-Nya; maka dengan nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu?
2. Pengukuhan kerasulan Nabi Muhammad saw, dengan firman-Nya; ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan.
3. Pengukuhan tentang adanya pengumpulan dan kebangkitan pada hari Kiamat dengan firman-Nya; telah dekatlah kejadiannya hari Kiamat.
اَفَمِنْ هٰذَا الْحَدِيْثِ تَعْجَبُوْنَۙ
Afamin hāżal-ḥadīṡi ta‘jabūn(a).
Maka, apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
An-Najm - Ayat 59
اَفَمِنْ هٰذَا الْحَدِيْثِ تَعْجَبُوْنَۙ
Latin
Afamin hāżal-ḥadīṡi ta‘jabūn(a).
Terjemahan Indonesia
Maka, apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
Tafsir Ringkas
Wahai kaum kafir, bila kiamat memang akan datang, maka apakah kamu masih merasa heran terhadap pemberitaan ini, lalu menolak kebenarannya?
Tafsir Lengkap
Ayat ini diungkapkan dalam bentuk pertanyaan, maksudnya: Apakah layak bagi kamu, sesudah keterangan yang jelas itu bahwa manusia merasa heran terhadap Al-Qur’an, sedang Al-Qur’an membawa petunjuk untuk kamu ke jalan yang benar dan menghantarkan kamu ke jalan yang lurus; atau kamu masih memandangnya rendah dengan mencemoohkan dan berpaling dari padanya.
Al-Baihaqī dalam Kitāb Syu‘abil Imān meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ketika turun firman Allah, “maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?” Ahli Suffah menangis sehingga mengalir air mata mereka ke pipi. Dan ketika Nabi Muhammad saw melihat tangisan mereka beliau pun menangis, lalu kami menangis karena tangisan beliau, seraya berkata:
لَا يَلِجُ النَّارَ مَنْ بَكَى فِيْ خَشْيَةِ اللّٰهِ تَعَالىَ وَلَا يَدْخُلُ الجَنَّةَ مُصِرٌّ عَلَى مَعْصِيَةٍ وَلَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَجَاءَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ. (رواه البيهقي)
Tidak akan masuk neraka orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak akan masuk surga orang-orang yang terus-menerus mengerjakan maksiat. Dan kalaulah orang-orang tidak melakukan dosa sungguh Allah akan mendatangkan orang-orang yang berdosa (lalu mereka ber-istigfar), maka Allah mengampuni mereka. (Riwayat al-Baihaqī)
Kemudian Allah menyatakan kewajiban mengagungkan dan khusuk ketika mendengar Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah:
وَيَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا ۩ ١٠٩
Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk. (al-Isrā’/17: 109)
وَتَضْحَكُوْنَ وَلَا تَبْكُوْنَۙ
Wa taḍḥakūna wa lā tabkūn(a).
Kamu mentertawakan dan tidak menangisi(-nya),
An-Najm - Ayat 60
وَتَضْحَكُوْنَ وَلَا تَبْكُوْنَۙ
Latin
Wa taḍḥakūna wa lā tabkūn(a).
Terjemahan Indonesia
Kamu mentertawakan dan tidak menangisi(-nya),
Tafsir Ringkas
Dan tidak hanya menolaknya, kamu bahkan terus menertawakan berita ini dan tidak menangis sebagaimana orang yang sepenuhnya percaya dan takut karena merasa belum cukup bekal untuk menghadapi hari itu.
Tafsir Lengkap
Ayat ini diungkapkan dalam bentuk pertanyaan, maksudnya: Apakah layak bagi kamu, sesudah keterangan yang jelas itu bahwa manusia merasa heran terhadap Al-Qur’an, sedang Al-Qur’an membawa petunjuk untuk kamu ke jalan yang benar dan menghantarkan kamu ke jalan yang lurus; atau kamu masih memandangnya rendah dengan mencemoohkan dan berpaling dari padanya.
Al-Baihaqī dalam Kitāb Syu‘abil Imān meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ketika turun firman Allah, “maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?” Ahli Suffah menangis sehingga mengalir air mata mereka ke pipi. Dan ketika Nabi Muhammad saw melihat tangisan mereka beliau pun menangis, lalu kami menangis karena tangisan beliau, seraya berkata:
لَا يَلِجُ النَّارَ مَنْ بَكَى فِيْ خَشْيَةِ اللّٰهِ تَعَالىَ وَلَا يَدْخُلُ الجَنَّةَ مُصِرٌّ عَلَى مَعْصِيَةٍ وَلَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَجَاءَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ. (رواه البيهقي)
Tidak akan masuk neraka orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak akan masuk surga orang-orang yang terus-menerus mengerjakan maksiat. Dan kalaulah orang-orang tidak melakukan dosa sungguh Allah akan mendatangkan orang-orang yang berdosa (lalu mereka ber-istigfar), maka Allah mengampuni mereka. (Riwayat al-Baihaqī)
Kemudian Allah menyatakan kewajiban mengagungkan dan khusuk ketika mendengar Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah:
وَيَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا ۩ ١٠٩
Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk. (al-Isrā’/17: 109)