An-Nāzi‘āt
النّٰزعٰت
Yang Mencabut Dengan Keras | 46 Ayat | Makkiyah
فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
Fa innal-jannata hiyal-ma'wā.
sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya).
An-Nāzi‘āt - Ayat 41
فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ
Latin
Fa innal-jannata hiyal-ma'wā.
Terjemahan Indonesia
sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya).
Tafsir Ringkas
maka sungguh, surgalah tempat tinggal-nya untuk selama-lamanya dengan segala kenikmatan di dalamnya. Itulah anugerah agung Tuhan Yang Maha Pemurah.
Tafsir Lengkap
Sebaliknya ditegaskan pula bahwa orang-orang yang takut dan mengadakan persiapan karena memandang kebesaran Tuhannya serta menahan diri dari ajakan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat kediamannya yang kekal dan abadi. Alangkah beruntung mereka memperoleh bagian seperti itu.
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ
Yas'alūnaka ‘anis-sā‘ati ayyāna mursāhā.
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”
An-Nāzi‘āt - Ayat 42
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ
Latin
Yas'alūnaka ‘anis-sā‘ati ayyāna mursāhā.
Terjemahan Indonesia
Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”
Tafsir Ringkas
Wahai Nabi Muhammad, orang-orang kafir akan mengingkari hari kiamat. Mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat dengan penuh keingkaran, “Kapankah terjadinya?”
Tafsir Lengkap
Orang-orang musyrik bertanya kepada Nabi tentang kapan waktunya hari Kiamat itu datang. Mereka menanyakan hal itu dengan nada mengejek dan mencemooh. Nabi sendiri ingin sekali menjawab pertanyaan mereka dengan tepat, akan tetapi Allah melarangnya karena hanya Dia sendirilah yang mengetahui kapan hari Kiamat itu akan terjadi.
فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ
Fīma anta min żikrāhā.
Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya?
An-Nāzi‘āt - Ayat 43
فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ
Latin
Fīma anta min żikrāhā.
Terjemahan Indonesia
Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya?
Tafsir Ringkas
Untuk apa engkau perlu menyebutkan waktu-nya kepada mereka, sedang engkau sendiri tidak mengetahui hal itu?
Tafsir Lengkap
Dalam ayat ini, Allah menanyakan apakah Nabi Muhammad akan menyebutkan waktu Kiamat itu? Padahal tugasnya hanya sekadar memberi peringatan sehingga tidak ada kewenangan untuk menyebutkan tentang kedatangan hari kebangkitan. Waktu datangnya hari Kiamat tetap merupakan rahasia Allah. Nabi sendiri tidak mengetahui tentang waktu kedatangannya, sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur’an:
اِنْ عَلَيْكَ اِلَّا الْبَلٰغُ ٤٨
Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). (asy-Syūrā/42: 48)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ‘Umar bin Khaṭṭāb, ketika Nabi ditanya tentang kapan datangnya hari Kiamat, beliau menjawab:
مَا الْمَسْئُوْلُ بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ (رواه مسلم عن عمر بن الخطاب)
Orang yang ditanya tidaklah lebih mengetahui daripada orang yang bertanya. (Riwayat Muslim dari ‘Umar bin al-Khaṭṭāb)
Allah tetap merahasiakan waktu datangnya hari Kiamat mempunyai hikmah yang besar, yaitu supaya manusia selalu mempersiapkan diri setiap saat dengan banyak-banyak berbuat kebaikan dan selalu menghindari perbuatan jahat.
اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗ
Ilā rabbika muntahāhā.
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahan (ketentuan waktu)-nya.
An-Nāzi‘āt - Ayat 44
اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗ
Latin
Ilā rabbika muntahāhā.
Terjemahan Indonesia
Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahan (ketentuan waktu)-nya.
Tafsir Ringkas
Hanya kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya, yakni ketentuan waktunya.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat ini diterangkan bahwa hanya Allah saja yang mengetahui kapan ketentuan waktunya. Tidak ada yang mengetahui kapan ketentuan waktunya, dan kapan akan terjadinya kiamat kecuali Allah sendiri.
Firman Allah:
يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ١٨٧
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (al-A‘rāf/7: 187).
اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗ
Innamā anta munżiru may yakhsyāhā.
Engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan kepada siapa yang takut padanya (hari Kiamat).
An-Nāzi‘āt - Ayat 45
اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗ
Latin
Innamā anta munżiru may yakhsyāhā.
Terjemahan Indonesia
Engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan kepada siapa yang takut padanya (hari Kiamat).
Tafsir Ringkas
Wahai Nabi, engkau tidak tahu kapan kiamat akan terjadi. Engkau kami utus hanyalah sebagai pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya, lalu beriman dan berbuat baik untuk menghindari azab di akhirat.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat ini diterangkan bahwa Nabi Muhammad hanya ditugaskan untuk memberi peringatan kepada orang yang takut kepada hari kebangkitan. Mereka diminta untuk mempersiapkan diri dengan beramal kebaikan dan menghindari kejahatan.
كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا ࣖ
Ka'annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā ‘asyiyyatan au ḍuḥāhā.
Pada hari ketika melihatnya (hari Kiamat itu), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar) tinggal (di dunia) pada waktu petang atau pagi.
An-Nāzi‘āt - Ayat 46
كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا ࣖ
Latin
Ka'annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā ‘asyiyyatan au ḍuḥāhā.
Terjemahan Indonesia
Pada hari ketika melihatnya (hari Kiamat itu), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar) tinggal (di dunia) pada waktu petang atau pagi.
Tafsir Ringkas
Hari kiamat itu penuh dengan huru-hara yang membuat manusia sangat tercengang. Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu, mereka merasa seakan-akan hanya sebentar saja tinggal di dunia, hidup di dunia seakan hanya pada waktu sore atau pagi hari.
Tafsir Lengkap
Pada hari menyaksikan hari kebangkitan dan merasakan huru-haranya, mereka merasa seolah-olah tinggal di dunia hanya sementara saja, seperti sepenggal pagi atau sepenggal sore pada masa-masa yang lalu itu. Kehidupan manusia di dunia ini memang hanya sebentar saja, sebagaimana firman Allah:
يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوْعَدُوْنَۙ لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا سَاعَةً مِّنْ نَّهَارٍ ٣٥
Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. (al-Aḥqāf/46: 35)