At-Takwīr
التّكوير
Penggulungan | 29 Ayat | Makkiyah
اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْۖ
Iżasy-syamsu kuwwirat.
Apabila matahari digulung,
At-Takwīr - Ayat 1
اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْۖ
Latin
Iżasy-syamsu kuwwirat.
Terjemahan Indonesia
Apabila matahari digulung,
Tafsir Ringkas
Allah mengawali surah ini dengan menyebutkan dua belas peristiwa besar yang akan terjadi pada hari kiama disebutkan dari ayat 1 s.d. 13. Apabila matahari yang demikian besar digulung dengan mudah seperti halnya serban, hingga cahayanya memudar dan redup.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa jika matahari telah digulung, telah padam cahayanya dan jatuh berantakan bersamaan dengan hancurnya alam semesta yang pernah didiami oleh makhluk-makhluk yang hidup di dunia, maka musnahlah segala alam karena berpindah kepada alam yang lain.
وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ
Wa iżan-nujūmunkadarat.
apabila bintang-bintang berjatuhan,
At-Takwīr - Ayat 2
وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ
Latin
Wa iżan-nujūmunkadarat.
Terjemahan Indonesia
apabila bintang-bintang berjatuhan,
Tafsir Ringkas
Dan apabila bintang-bintang yang begitu banyak dan menghiasi cakrawala berjatuhan, tidak berada di garis edarnya lagi akibat hilangnya gaya tarikmenarik antar-benda langit.
Tafsir Lengkap
Apabila bintang-bintang berjatuhan dan padam sekalian cahayanya.
وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ
Wa iżal-jibālu suyyirat.
apabila gunung-gunung dihancurkan,
At-Takwīr - Ayat 3
وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ
Latin
Wa iżal-jibālu suyyirat.
Terjemahan Indonesia
apabila gunung-gunung dihancurkan,
Tafsir Ringkas
Dan apabila gunung-gunung yang demikian tegar dan kukuh dihancurkan hingga luluh lantak menjadi pasir, kemudian diempaskan oleh angin dahsyat dengan mudahnya seperti gumpalan kapas raksasa yang beterbangan.
Tafsir Lengkap
Dan apabila gunung-gunung dihancurkan setelah dicabut dari bumi, diterbangkan di angkasa ketika terjadinya gempa yang amat dahsyat sehingga gunung-gunung itu terlepas dari dasarnya dan dilemparkan di angkasa seperti awan yang ditiup angin laksana kapas.
Untuk telaah ilmiah Surah at-Takwīr/81: 1-3 ini, lihat pula telaah ilmiah Surah al-Ḥāqqah/69: 13-16 dan Surah al-Ma‘ārij/70: 8. Ketika terjadi proses ke arah Big Crunch itu, yaitu proses pemadatan atau penyusutan alam semesta, maka semua materi pecah kembali menjadi materi-materi fundamental seperti quark, elektron dan sebagainya. Gaya-gaya seperti gaya gravitasi, elektromagnetik, nuklir kuat dan nuklir lemah mulai menyatu kembali. Saat itulah benda-benda langit mulai kehilangan gaya-gaya gravitasinya, dan akibatnya terjadilah tabrakan-tabrakan dahsyat antar bintang, inilah gambaran ‘bintang-bintang berjatuhan’, karena kehilangan gaya-gaya gravitasinya.
Matahari yang juga merupakan jenis bintang mengalami hal sama. Ketika benda-benda langit saling mendekat, kekuatan gravitasi bagian luar boleh jadi akan melebihi cengkeraman kekuatan plasma di dalam bintang-bintang itu (termasuk matahari). Akibatnya adalah volume matahari dan bintang-bintang yang lain akan memuai. Matahari akan menjadi lebih besar volumenya, namun tekanan internalnya berkurang, dan cukup untuk menghentikan energi yang menghasilkan reaksi perpaduan nuklirnya. Akibatnya sinar matahari (yang memuai itu) akan meredup menjadi merah. Ketika pengembangan volume matahari telah mencapai maksimum, maka matahari akan mengalami kontraksi dan volumenya akan menurun dan menurun terus, mengecil yang akhirnya menjadi bintik hitam yang super-padat (dwarf black hole atau bintik hitam kerdil). Inikah yang dimaksud dengan matahari digulung pada ayat 1 di atas?
Benturan juga terjadi antar-planet, sehingga bumi berbenturan dengan planet-planet lainnya. Akibat peristiwa inilah terjadinya kehancuran gunung-gunung. Semua proses ini akan mengarah ke Big Crunch dan kembali menjadi singularity.
وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ
Wa iżal-‘isyāru ‘uṭṭilat.
apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),
At-Takwīr - Ayat 4
وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ
Latin
Wa iżal-‘isyāru ‘uṭṭilat.
Terjemahan Indonesia
apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),
Tafsir Ringkas
Dan apabila unta-unta yang bunting dan menjadi harta yang dibanggakan ditinggalkan begitu saja dan tidak lagi dipedulikan dan diurus oleh pemiliknya.
Tafsir Lengkap
Dan apabila unta-unta bunting yang termasuk benda paling dihargai oleh orang-orang Arab, ditinggalkan dan tidak dipedulikan oleh pemiliknya karena kedahsyatan hari Kiamat tersebut. Hal ini menggambarkan kedahsyatan hari Kiamat yang jika diperkirakan, jika ada seorang laki-laki mempunyai unta yang bunting tentu ditinggalkan karena terlalu sibuk memikirkan keselamatan dirinya sendiri.
وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ
Wa iżal-wuḥūsy ḥusyirat.
apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
At-Takwīr - Ayat 5
وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ
Latin
Wa iżal-wuḥūsy ḥusyirat.
Terjemahan Indonesia
apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
Tafsir Ringkas
Hal ini mengisyaratkan betapa besar kebingungan yang meliputi manusia saat kiamat tiba. Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan untuk diberi balasan bila berbuat aniaya kepada sesamanya. Binatang liar yang saling memusuhi saat itu bisa dikumpulkan menjadi satu dalam suasanya yang sangat menegangkan.
Tafsir Lengkap
Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan dan dimusnahkan.
وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ
Wa iżal-biḥāru sujjirat.
apabila lautan dipanaskan,
At-Takwīr - Ayat 6
وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ
Latin
Wa iżal-biḥāru sujjirat.
Terjemahan Indonesia
apabila lautan dipanaskan,
Tafsir Ringkas
Dan apabila lautan dipanaskan dan dijadikan meluap. Air laut memanas akibat munculnya kobaran api mahadahsyat dari dasarnya.
Tafsir Lengkap
Dan apabila lautan-lautan dijadikan meluap, sehingga menjadi satu, kemudian menyala dengan kobaran api yang tadinya terpendam di bawah bumi tersebut.
Setelah Allah menerangkan beberapa peristiwa yang menjadi permulaan hancurnya alam semesta dan matinya semua makhluk yang berada di atasnya, maka Allah menjelaskan apa yang terjadi setelah itu tentang kebangkitan.
وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ
Wa iżan-nufūsu zuwwijat.
apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
At-Takwīr - Ayat 7
وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ
Latin
Wa iżan-nufūsu zuwwijat.
Terjemahan Indonesia
apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
Tafsir Ringkas
Dan apabila roh-roh dipertemukan dengan tubuh sehingga manusia hidup kembali dalam suasana yang sama sekali berbeda dari kehidupan dunia. Manusia saat itu bergabung dengan manusia lain yang senasib; penaat bersama penaat, begitupun sebaliknya.
Tafsir Lengkap
Dan apabila roh-roh dipertemukan kembali dengan tubuh untuk memasuki kehidupan di alam akhirat. Ayat ini mengandung isyarat bahwa roh-roh itu tetap utuh setelah mati dan pada hari Kiamat dikembalikan lagi pada badannya.
Pendapat lain menyebutkan arti ayat ini dengan bertemunya kelompok orang-orang termasuk aṣḥābul-yamīn dengan kelompok aṣḥābusy-syimāl. Ibnu ‘Abbās mengatakan bahwa arti ayat ini adalah dipertemukannya roh orang-orang yang beriman dengan pasangan-pasangannya di surga dan roh orang-orang kafir dipertemukan dengan setan-setan pembantunya.
وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ
Wa iżal-mau'ūdatu su'ilat.
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
At-Takwīr - Ayat 8
وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ
Latin
Wa iżal-mau'ūdatu su'ilat.
Terjemahan Indonesia
apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
Tafsir Ringkas
Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup tanpa dosa dan kesalahan ditanya,
Tafsir Lengkap
Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh? Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa bayi-bayi yang pernah dikubur hidup-hidup akan dihidupkan kembali di hadapan orang yang menguburkannya dan ditanya karena dosa apakah dia dibunuh. Jawaban pertanyaan ini memberikan kesan yang lebih dalam kepada si pembunuhnya karena bayi perempuan itu akan menjawab bahwa ia dikubur hidup-hidup tanpa dosa sama sekali, hanya karena orang tuanya takut dihinggapi kefakiran dan kemiskinan. Kebiasaan orang Arab pada zaman Jahiliah ini sangat di luar peri kemanusiaan.
Di kalangan mereka ada yang tidak mengubur hidup-hidup anaknya yang perempuan, tetapi ia memberikan pekerjaan kepadanya dengan menggem-balakan kambing di padang pasir dengan pakaian bulu dan membiarkan hidup dalam kesepian.
Dan ada pula yang membiarkan anak perempuannya itu hidup sampai umur enam tahun kemudian ia berkata kepada ibunya, “Dandanilah anak ini dengan pakaian yang baik, karena akan dibawa ziarah mengunjungi bibinya.” Sebelumnya ia telah menggali sebuah sumur di padang pasir. Setelah ia sampai dengan anak perempuannya itu di tepi sumur itu, lalu berkata, “Tengok, apa yang ada dalam sumur itu.” Kemudian anak perempuan itu ditendang dari belakang dan setelah jatuh ke dalam sumur itu lalu ditimbun dan diratakan dengan tanah. Dan di antara mereka ada yang berbuat lebih kejam lagi daripada ini. Setelah datang agama Islam, maka kekejaman yang di luar peri kemanusiaan itu diganti dengan sikap yang penuh ramah dan kesayangan.
Di antara alasan pembunuhan anak perempuan di masa Jahiliah adalah karena anak perempuan dianggap tidak punya nilai ekonomis yang bisa menguntungkan keluarga. Alasan lain adalah karena anak perempuan dianggap sangat lemah, sering menjadi korban pelecehan seksual atau karena perempuan dianggap sebagai penggoda laki-laki yang bisa membuat malu keluarga.
Dalam Surah an-Naḥl/16: 58, Allah menggambarkan seorang laki-laki yang mendapat kelahiran putrinya dengan wajah hitam karena menahan marah.
وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالْاُنْثٰى ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌۚ ٥٨
Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. (an-Naḥl/16: 58)
Islam adalah agama yang menghormati perempuan, sama seperti menghormati laki-laki. Oleh sebab itu, Islam melarang pembunuhan bayi laki-laki maupun perempuan, baik karena kemiskinan atau karena takut miskin. Allah berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ مِّنْ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُمْ
Janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. (al-An‘ām/6: 151)
بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ
Bi'ayyi żambin qutilat.
“Karena dosa apa dia dibunuh,”
At-Takwīr - Ayat 9
بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ
Latin
Bi'ayyi żambin qutilat.
Terjemahan Indonesia
“Karena dosa apa dia dibunuh,”
Tafsir Ringkas
karena dosa apa dia dibunuh. Masyarakat jahiliah merasa malu bila mempunyai anak perempuan karena wanita dianggap tidak mempunyai peran apa-apa dalam kehidupan. Untuk menutup rasa malu, mereka rela mengubur anak-anak perempuannya hidup-hidup.
Tafsir Lengkap
Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh? Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa bayi-bayi yang pernah dikubur hidup-hidup akan dihidupkan kembali di hadapan orang yang menguburkannya dan ditanya karena dosa apakah dia dibunuh. Jawaban pertanyaan ini memberikan kesan yang lebih dalam kepada si pembunuhnya karena bayi perempuan itu akan menjawab bahwa ia dikubur hidup-hidup tanpa dosa sama sekali, hanya karena orang tuanya takut dihinggapi kefakiran dan kemiskinan. Kebiasaan orang Arab pada zaman Jahiliah ini sangat di luar peri kemanusiaan.
Di kalangan mereka ada yang tidak mengubur hidup-hidup anaknya yang perempuan, tetapi ia memberikan pekerjaan kepadanya dengan menggem-balakan kambing di padang pasir dengan pakaian bulu dan membiarkan hidup dalam kesepian.
Dan ada pula yang membiarkan anak perempuannya itu hidup sampai umur enam tahun kemudian ia berkata kepada ibunya, “Dandanilah anak ini dengan pakaian yang baik, karena akan dibawa ziarah mengunjungi bibinya.” Sebelumnya ia telah menggali sebuah sumur di padang pasir. Setelah ia sampai dengan anak perempuannya itu di tepi sumur itu, lalu berkata, “Tengok, apa yang ada dalam sumur itu.” Kemudian anak perempuan itu ditendang dari belakang dan setelah jatuh ke dalam sumur itu lalu ditimbun dan diratakan dengan tanah. Dan di antara mereka ada yang berbuat lebih kejam lagi daripada ini. Setelah datang agama Islam, maka kekejaman yang di luar peri kemanusiaan itu diganti dengan sikap yang penuh ramah dan kesayangan.
Di antara alasan pembunuhan anak perempuan di masa Jahiliah adalah karena anak perempuan dianggap tidak punya nilai ekonomis yang bisa menguntungkan keluarga. Alasan lain adalah karena anak perempuan dianggap sangat lemah, sering menjadi korban pelecehan seksual atau karena perempuan dianggap sebagai penggoda laki-laki yang bisa membuat malu keluarga.
Dalam Surah an-Naḥl/16: 58, Allah menggambarkan seorang laki-laki yang mendapat kelahiran putrinya dengan wajah hitam karena menahan marah.
وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالْاُنْثٰى ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌۚ ٥٨
Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. (an-Naḥl/16: 58)
Islam adalah agama yang menghormati perempuan, sama seperti menghormati laki-laki. Oleh sebab itu, Islam melarang pembunuhan bayi laki-laki maupun perempuan, baik karena kemiskinan atau karena takut miskin. Allah berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَوْلَادَكُمْ مِّنْ اِمْلَاقٍۗ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَاِيَّاهُمْ
Janganlah membunuh anak-anakmu karena miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka. (al-An‘ām/6: 151)
وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْۖ
Wa iżaṣ-ṣuḥufu nusyirat.
apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,
At-Takwīr - Ayat 10
وَاِذَا الصُّحُفُ نُشِرَتْۖ
Latin
Wa iżaṣ-ṣuḥufu nusyirat.
Terjemahan Indonesia
apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,
Tafsir Ringkas
Dan apabila lembaran-lembaran yang berisi catatan perbuatan manusia, yang besar maupun yang kecil, dibuka lebar-lebar. Pada saat itu manusia tidak bisa mengelak dari apa yang telah dia perbuat di dunia. Dia yang menerima catatan amal dengan tangan kanan akan berbahagia. Sebaliknya, mereka yang menerima dengan tangan kiri akan celaka.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat ini dijelaskan apabila catatan-catatan amal perbuatan manusia dibuka, maka mereka akan melihat kebajikan atau kejahatan yang mereka perbuat ketika di dunia. Mereka akan tercengang keheranan karena tidak menyangka semuanya tercatat rapi dan teliti. Allah berfirman:
وَوُضِعَ الْكِتٰبُ فَتَرَى الْمُجْرِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا فِيْهِ وَيَقُوْلُوْنَ يٰوَيْلَتَنَا مَالِ هٰذَا الْكِتٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيْرَةً وَّلَا كَبِيْرَةً اِلَّآ اَحْصٰىهَاۚ وَوَجَدُوْا مَا عَمِلُوْا حَاضِرًاۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ اَحَدًا ࣖ ٤٩
Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)
Bagaimana bentuk kitab atau catatan amal perbuatan manusia itu di Padang Mahsyar tidak kita ketahui. Namun kalau manusia saja mampu menciptakan berbagai alat perekam yang begitu canggih dan teliti, kita percaya bahwa Allah Sang Pencipta manusia punya sistem dan cara untuk merekam perbuatan, perkataan, dan isi hati manusia dengan hasil yang lebih baik dari apa yang dapat dibuat manusia.
وَاِذَا السَّمَاۤءُ كُشِطَتْۖ
Wa iżas-samā'u kusyiṭat.
apabila langit dilenyapkan,
At-Takwīr - Ayat 11
وَاِذَا السَّمَاۤءُ كُشِطَتْۖ
Latin
Wa iżas-samā'u kusyiṭat.
Terjemahan Indonesia
apabila langit dilenyapkan,
Tafsir Ringkas
Dan apabila langit dilenyapkan. Langit yang semula menjadi atap bagi penduduk bumi akan dikelupas layaknya kulit binatang dikelupas dari tubuhnya.
Tafsir Lengkap
Dan apabila langit dilenyapkan karena kehancuran planet-planet yang ada di dalamnya. Langit yang begitu luas dapat dilipat seperti melipat kertas. Firman Allah:
يَوْمَ نَطْوِى السَّمَاۤءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ
(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. (al-Anbiyā’/21: 104)
وَاِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْۖ
Wa iżal-jaḥīmu su‘‘irat.
apabila (neraka) Jahim dinyalakan,
At-Takwīr - Ayat 12
وَاِذَا الْجَحِيْمُ سُعِّرَتْۖ
Latin
Wa iżal-jaḥīmu su‘‘irat.
Terjemahan Indonesia
apabila (neraka) Jahim dinyalakan,
Tafsir Ringkas
Dan apabila neraka Jahim dinyalakan dengan suhu panas yang tidak terbayangkan. Neraka itu disediakan bagi mereka yang ingkar kepada Allah.
Tafsir Lengkap
Dan apabila neraka Jahim yang disediakan untuk menyiksa orang-orang kafir dan durhaka telah dinyalakan sehebat-hebatnya sehingga orang yang memasukinya merasa kesakitan yang paling dahsyat. Itulah azab yang diancamkan Allah kepada orang-orang yang mengingkari-Nya. Firman Allah:
اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَلٰسِلَا۟ وَاَغْلٰلًا وَّسَعِيْرًا ٤
Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala. (al-Insān/76: 4)
وَاِذَا الْجَنَّةُ اُزْلِفَتْۖ
Wa iżal-jannatu uzlifat.
dan apabila surga didekatkan,
At-Takwīr - Ayat 13
وَاِذَا الْجَنَّةُ اُزْلِفَتْۖ
Latin
Wa iżal-jannatu uzlifat.
Terjemahan Indonesia
dan apabila surga didekatkan,
Tafsir Ringkas
Dan apabila surga dengan segala kenikmatannya didekatkan kepada mereka yang beriman dan beramal saleh.
Tafsir Lengkap
Dan apabila surga didekatkan kepada orang-orang yang akan memasukinya yaitu orang-orang mukmin yang bertakwa. Ini adalah balasan atas jerih payah dan usaha mereka berjihad menegakkan agama Allah dan menjalankan perintah agama. Allah berfirman:
وَاُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ ٩٠
Dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa. (asy-Syu‘arā’/26: 90)
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ اَحْضَرَتْۗ
‘Alimat nafsum mā aḥḍarat.
setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
At-Takwīr - Ayat 14
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ اَحْضَرَتْۗ
Latin
‘Alimat nafsum mā aḥḍarat.
Terjemahan Indonesia
setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Tafsir Ringkas
Pada saat itulah setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya di dunia, apakah perbuatan baik atau buruk.
Tafsir Lengkap
Jika semua peristiwa-peristiwa yang disebutkan sebelum ayat ini telah terjadi, tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya. Sebagian besar dari manusia ketika hidup di dunia tertipu oleh godaan setan. Mereka akan menjumpai amal perbuatan mereka pada hari Kiamat tidak diterima oleh Allah bahkan dijauhkan dari rahmat-Nya dan berada di bawah murka-Nya.
Orang-orang yang amal perbuatannya diselubungi dengan ria, tidak mendapat faedah dari amalnya itu kecuali sekadar kepayahan dan kesulitan. Setiap orang wajib memandang kepada amal perbuatannya dengan kaca mata agama dan menimbangnya dengan timbangan yang benar, sebab Allah tidak menerima amal perbuatan melainkan yang muncul dari hati yang penuh dengan keimanan dan keikhlasan.
فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ
Falā uqsimu bil-khunnas(i).
Aku bersumpah demi bintang-bintang
At-Takwīr - Ayat 15
فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِۙ
Latin
Falā uqsimu bil-khunnas(i).
Terjemahan Indonesia
Aku bersumpah demi bintang-bintang
Tafsir Ringkas
Usai menjelaskan ihwal hari kiamat dan kesudahan manusia, Allah beralih menjelaskan kedudukan Al-Qur’an sebagai kalamullah yang didustakan oleh kafir Quraisy. Aku bersumpah demi bintang-bintang yang cahayanya redup di siang hari dan terang di malam hari.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah demi bintang-bintang yang beredar dan terbenam. Bintang-bintang itu semuanya tidak tampak oleh penglihatan pada siang hari, namun akan kelihatan bersinar pada malam hari. Allah bersumpah dengan bintang-bintang itu karena dalam keadaannya yang silih berganti, tidak tampak ketika siang dan bersinar pada malam hari, merupakan tanda atas kekuasaan Allah yang mengatur perjalanannya.
الْجَوَارِ الْكُنَّسِۙ
Al-jawāril-kunnas(i).
yang beredar lagi terbenam,
At-Takwīr - Ayat 16
الْجَوَارِ الْكُنَّسِۙ
Latin
Al-jawāril-kunnas(i).
Terjemahan Indonesia
yang beredar lagi terbenam,
Tafsir Ringkas
yang beredar di garis edarnya dan terbenam,
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah demi bintang-bintang yang beredar dan terbenam. Bintang-bintang itu semuanya tidak tampak oleh penglihatan pada siang hari, namun akan kelihatan bersinar pada malam hari. Allah bersumpah dengan bintang-bintang itu karena dalam keadaannya yang silih berganti, tidak tampak ketika siang dan bersinar pada malam hari, merupakan tanda atas kekuasaan Allah yang mengatur perjalanannya.
وَالَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَۙ
Wal-laili iżā ‘as‘as(a).
demi malam apabila telah larut,
At-Takwīr - Ayat 17
وَالَّيْلِ اِذَا عَسْعَسَۙ
Latin
Wal-laili iżā ‘as‘as(a).
Terjemahan Indonesia
demi malam apabila telah larut,
Tafsir Ringkas
demi malam apabila telah larut dan meninggalkan gelapnya, atau datang dengan kegelapan yang dibawanya,
Tafsir Lengkap
Dalam ayat ini, Allah bersumpah demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya.
وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ
Waṣ-ṣubḥi iżā tanaffas(a).
demi subuh apabila (fajar) telah menyingsing,
At-Takwīr - Ayat 18
وَالصُّبْحِ اِذَا تَنَفَّسَۙ
Latin
Waṣ-ṣubḥi iżā tanaffas(a).
Terjemahan Indonesia
demi subuh apabila (fajar) telah menyingsing,
Tafsir Ringkas
dan demi subuh apabila fajar telah menyingsing, tersibak cahayanya sedikit demi sedikit, layaknya orang bernafas. Ketiga peristiwa tersebut merupakan tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta yang dapat dilihat. Begitupun, Al-Qur’an merupakan tanda kebesaran-Nya yang dapat dibaca.
Tafsir Lengkap
Kemudian dalam ayat ini Allah bersumpah demi subuh apabila fajar mulai menyingsing dan bersinar. Waktu subuh digunakan Allah dalam bersumpah karena waktu ini menimbulkan harapan yang menggembirakan bagi setiap manusia yang bangun pagi karena menghadapi hari yang baru. Saat itu mereka dapat menemukan hajat keperluan hidupnya mengganti yang hilang dan bersiap-siap untuk yang akan datang.
Kemudian Allah menerangkan apa yang dijadikan objek sumpahnya itu, dengan firman-Nya pada ayat berikut ini.
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
Innahū laqaulu rasūlin karīm(in).
sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)
At-Takwīr - Ayat 19
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
Latin
Innahū laqaulu rasūlin karīm(in).
Terjemahan Indonesia
sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)
Tafsir Ringkas
Demi ketiga hal itu, sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar firman Allah yang dibawa turun oleh utusan yang mulia, yaitu Jibril yang diamanati untuk mengawal wahyu Allah kepada para nabi.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan objek sumpah yang disebutkan dalam ayat 15-18 di atas, yaitu sesungguhnya apa yang diberitahukan oleh Muhammad saw tentang peristiwa-peristiwa hari Kiamat bukanlah kata-kata seorang dukun atau isapan jempol. Akan tetapi, benar-benar wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibril dari Tuhannya. Allah telah menyifati utusan yang membawa Al-Qur′an tersebut, yaitu Malaikat Jibril, dengan lima macam sifat yang mengandung keutamaan:
1. Yang mulia pada sisi Tuhannya karena Allah memberikan padanya sesuatu yang paling berharga yaitu hidayah, dan memerintahkannya untuk menyampaikan hidayah itu kepada para nabi-Nya diteruskan kepada para hamba-Nya.
2. Yang mempunyai kekuatan dalam memelihara Al-Qur’an jauh dari sifat pelupa atau keliru.
3. Yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arasy.
4. Yang ditaati di kalangan malaikat karena kewenangannya.
5. Yang dipercaya untuk menyampaikan wahyu karena terpelihara dari sifat-sifat khianat dan penyelewengan.
ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ
Żī quwwatin ‘inda żil-‘arsyi makīn(in).
yang memiliki kekuatan dan kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ʻArasy,
At-Takwīr - Ayat 20
ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ
Latin
Żī quwwatin ‘inda żil-‘arsyi makīn(in).
Terjemahan Indonesia
yang memiliki kekuatan dan kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ʻArasy,
Tafsir Ringkas
Kami turunkan Al-Qur’an melalui Jibril yang memiliki kekuatan yang tidak tertandingi oleh makhluk lain. Jibril mempunyai 600 sayap. Dengan sayap sebanyak itu Jibril sanggup menembus langit ketujuh dengan kecepatan luar biasa. Itulah Jibril yang memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah yang memiliki ‘Arsy, singgasana yang agung karena ketaatannya kepada Allah dan tugasnya yang sangat mulia sebagai pembawa wahyu.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah menjelaskan objek sumpah yang disebutkan dalam ayat 15-18 di atas, yaitu sesungguhnya apa yang diberitahukan oleh Muhammad saw tentang peristiwa-peristiwa hari Kiamat bukanlah kata-kata seorang dukun atau isapan jempol. Akan tetapi, benar-benar wahyu yang dibawa oleh Malaikat Jibril dari Tuhannya. Allah telah menyifati utusan yang membawa Al-Qur′an tersebut, yaitu Malaikat Jibril, dengan lima macam sifat yang mengandung keutamaan:
1. Yang mulia pada sisi Tuhannya karena Allah memberikan padanya sesuatu yang paling berharga yaitu hidayah, dan memerintahkannya untuk menyampaikan hidayah itu kepada para nabi-Nya diteruskan kepada para hamba-Nya.
2. Yang mempunyai kekuatan dalam memelihara Al-Qur’an jauh dari sifat pelupa atau keliru.
3. Yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arasy.
4. Yang ditaati di kalangan malaikat karena kewenangannya.
5. Yang dipercaya untuk menyampaikan wahyu karena terpelihara dari sifat-sifat khianat dan penyelewengan.