Al-Gāsyiyah
الغاشية
Hari Kiamat Yang Menghilangkan Kesadaran | 26 Ayat | Makkiyah
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ
Hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah(ti).
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gāsyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)?
Al-Gāsyiyah - Ayat 1
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ الْغَاشِيَةِۗ
Latin
Hal atāka ḥadīṡul-gāsyiyah(ti).
Terjemahan Indonesia
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang al-Gāsyiyah (hari Kiamat yang menutupi kesadaran manusia dengan kedahsyatannya)?
Tafsir Ringkas
Hari kiamat adalah rahasia besar. Wahai Nabi, sudahkah sampai kepadamu berita tentang hari kiamat yang penuh kengerian itu?
Tafsir Lengkap
Allah menyindir penduduk neraka dengan mengatakan, “Sudahkah sampai kepada kamu berita tentang hari Kiamat.”
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ
Wujūhuy yauma'iżin khāsyi‘ah(tun).
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina
Al-Gāsyiyah - Ayat 2
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌ ۙ
Latin
Wujūhuy yauma'iżin khāsyi‘ah(tun).
Terjemahan Indonesia
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina
Tafsir Ringkas
Pada hari kiamat manusia terbagi menjadi dua, kelompok yang celaka dan kelompok yang berbahagia. Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina. Mereka saat itu menyadari perilaku buruk mereka. Hati mereka terguncang dan sangat risau akan nasib mereka.
Tafsir Lengkap
Kemudian Allah menjelaskan bahwa manusia ketika itu terbagi dua, yaitu golongan orang kafir dan golongan orang mukmin.
Golongan orang kafir ketika melihat kedahsyatan yang terjadi ketika itu, menjadi tertunduk dan merasa terhina. Allah berfirman:
وَلَوْ تَرٰىٓ اِذِ الْمُجْرِمُوْنَ نَاكِسُوْا رُءُوْسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْۗ رَبَّنَآ اَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا اِنَّا مُوْقِنُوْنَ ١٢
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin.” (as-Sajdah/32: 12)
Dan firman Allah:
وَتَرٰىهُمْ يُعْرَضُوْنَ عَلَيْهَا خٰشِعِيْنَ مِنَ الذُّلِّ يَنْظُرُوْنَ مِنْ طَرْفٍ خَفِيٍّۗ وَقَالَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ الْخٰسِرِيْنَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ وَاَهْلِيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اَلَآ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ فِيْ عَذَابٍ مُّقِيْمٍ ٤٥
Dan kamu akan melihat mereka dihadapkan ke neraka dalam keadaan tertunduk karena (merasa) hina, mereka melihat dengan pandangan yang lesu. Dan orang-orang yang beriman berkata, “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari Kiamat.” Ingatlah, sesungguhnya orang-orang zalim itu berada dalam azab yang kekal. (asy-Syūrā/42: 45)
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ
‘Amilatun nāṣibah(tun).
(karena) berusaha keras (menghindari azab neraka) lagi kepayahan (karena dibelenggu).
Al-Gāsyiyah - Ayat 3
عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ ۙ
Latin
‘Amilatun nāṣibah(tun).
Terjemahan Indonesia
(karena) berusaha keras (menghindari azab neraka) lagi kepayahan (karena dibelenggu).
Tafsir Ringkas
Raut wajah mereka kusut seperti orang yang telah bekerja keras lagi kepayahan karena beban berat yang menimpa mereka.
Tafsir Lengkap
Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu semasa hidup di dunia bekerja dengan rajin dan sungguh-sungguh. Akan tetapi, perbuatan mereka itu tidak diterima karena mereka tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, yang merupakan syarat utama untuk diterimanya perbuatan dan mendapat ganjaran-Nya.
تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ
Taṣlā nāran ḥāmiyah(tan).
Mereka memasuki api (neraka) yang sangat panas.
Al-Gāsyiyah - Ayat 4
تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً ۙ
Latin
Taṣlā nāran ḥāmiyah(tan).
Terjemahan Indonesia
Mereka memasuki api (neraka) yang sangat panas.
Tafsir Ringkas
Wajah-wajah dan tubuh-tubuh mereka akan memasuki api neraka yang sangat panas. Kadar panasnya tidak tergambarkan, jauh melebihi panas api dunia.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:
وَّلَا طَعَامٌ اِلَّا مِنْ غِسْلِيْنٍۙ ٣٦
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-Ḥāqqah/69: 36)
Dan firman Allah:
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ ٥١ لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ ٥٢
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqūm. (al-Wāqi‘ah/56: 51-52)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ ٤٣ طَعَامُ الْاَثِيْمِ ۛ ٤٤
Sungguh pohon zaqqūm itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhān/44: 43-44)
تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ
Tusqā min ‘ainin āniyah(tin).
(Mereka) diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
Al-Gāsyiyah - Ayat 5
تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ اٰنِيَةٍ ۗ
Latin
Tusqā min ‘ainin āniyah(tin).
Terjemahan Indonesia
(Mereka) diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
Tafsir Ringkas
Panas api neraka membuat mereka haus. Saat itulah mereka diberi minum dengan air dari sumber mata air yang sangat panas, membuat kerongkongan dan organ pencernaan mereka lebur.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:
وَّلَا طَعَامٌ اِلَّا مِنْ غِسْلِيْنٍۙ ٣٦
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-Ḥāqqah/69: 36)
Dan firman Allah:
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ ٥١ لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ ٥٢
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqūm. (al-Wāqi‘ah/56: 51-52)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ ٤٣ طَعَامُ الْاَثِيْمِ ۛ ٤٤
Sungguh pohon zaqqūm itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhān/44: 43-44)
لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ
Laisa lahum ṭa‘āmun illā min ḍarī‘(in).
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
Al-Gāsyiyah - Ayat 6
لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ
Latin
Laisa lahum ṭa‘āmun illā min ḍarī‘(in).
Terjemahan Indonesia
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
Tafsir Ringkas
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang rasanya pahit, panas, menjijikkan, dan berbau tidak sedap. Para penghuni neraka itu memakannya, di samping memakan pohon Zaqqum (Lihat: ad-Dukhan/44: 43) dan Gislin (Lihat: al-Marij/70: 36).
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:
وَّلَا طَعَامٌ اِلَّا مِنْ غِسْلِيْنٍۙ ٣٦
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-Ḥāqqah/69: 36)
Dan firman Allah:
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ ٥١ لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ ٥٢
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqūm. (al-Wāqi‘ah/56: 51-52)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ ٤٣ طَعَامُ الْاَثِيْمِ ۛ ٤٤
Sungguh pohon zaqqūm itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhān/44: 43-44)
لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ
Lā yusminu wa lā yugnī min jū‘(in).
yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
Al-Gāsyiyah - Ayat 7
لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِيْ مِنْ جُوْعٍۗ
Latin
Lā yusminu wa lā yugnī min jū‘(in).
Terjemahan Indonesia
yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.
Tafsir Ringkas
Itulah makanan yang sama sekali tidak memberi manfaat bagi pemakannya. Makanan itu tidak menggemukkan badan dan tidak pula menghilangkan rasa lapar.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir akan dimasukkan ke dalam neraka. Bila mereka meminta air karena haus, maka mereka diberi air bersumber dari mata air yang sangat panas. Bila mereka meminta makan, maka diberi makanan yang jelek, yang tidak ada artinya. Allah berfirman:
وَّلَا طَعَامٌ اِلَّا مِنْ غِسْلِيْنٍۙ ٣٦
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah. (al-Ḥāqqah/69: 36)
Dan firman Allah:
ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ ٥١ لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ ٥٢
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan! pasti akan memakan pohon zaqqūm. (al-Wāqi‘ah/56: 51-52)
Dalam ayat lain Allah berfirman:
اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ ٤٣ طَعَامُ الْاَثِيْمِ ۛ ٤٤
Sungguh pohon zaqqūm itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. (ad-Dukhān/44: 43-44)
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ
Wujūhuy yauma'iżin nā‘imah(tun).
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,
Al-Gāsyiyah - Ayat 8
وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاعِمَةٌ ۙ
Latin
Wujūhuy yauma'iżin nā‘imah(tun).
Terjemahan Indonesia
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,
Tafsir Ringkas
Di sisi lain, para penghuni surga mendapat kebahagiaan yang tiada tara. Pada hari itu banyak pula wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan.
Tafsir Lengkap
Allah menerangkan bahwa di dalam surga, muka orang mukmin berseri penuh kegembiraan. Mereka merasa senang melihat hasil usaha mereka yang mendapat keridaan Allah yang kemudian mendapat imbalan surga yang diidam-idamkan.
لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ
Lisa‘yihā rāḍiyah(tun).
merasa puas karena usahanya.
Al-Gāsyiyah - Ayat 9
لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ ۙ
Latin
Lisa‘yihā rāḍiyah(tun).
Terjemahan Indonesia
merasa puas karena usahanya.
Tafsir Ringkas
Mereka merasa senang dan puas karena usahanya sendiri di dunia. Mereka beriman, beramal saleh, dan bermanfaat bagi orang lain. Hidup mereka penuh nilai ibadah. Usaha mereka ini tidak akan sia-sia.
Tafsir Lengkap
Allah menerangkan bahwa di dalam surga, muka orang mukmin berseri penuh kegembiraan. Mereka merasa senang melihat hasil usaha mereka yang mendapat keridaan Allah yang kemudian mendapat imbalan surga yang diidam-idamkan.
فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ
Fī jannatin ‘āliyah(tin).
(Mereka) dalam surga yang tinggi.
Al-Gāsyiyah - Ayat 10
فِيْ جَنَّةٍ عَالِيَةٍۙ
Latin
Fī jannatin ‘āliyah(tin).
Terjemahan Indonesia
(Mereka) dalam surga yang tinggi.
Tafsir Ringkas
Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga yang tinggi, istana yang sangat indah, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan jenis air yang bermacam-macam.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
a. Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
b. Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
c. Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
d. Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
e. Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
f. Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
g. Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
h. Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ
Lā tasama‘u fīhā lāgiyah(tan).
Di sana kamu tidak mendengar (perkataan) yang tidak berguna.
Al-Gāsyiyah - Ayat 11
لَّا تَسْمَعُ فِيْهَا لَاغِيَةً ۗ
Latin
Lā tasama‘u fīhā lāgiyah(tan).
Terjemahan Indonesia
Di sana kamu tidak mendengar (perkataan) yang tidak berguna.
Tafsir Ringkas
Di surga sana kamu tidak mendengar perkataan yang tidak berguna. Tidak ada perkataan kotor, umpatan, ungkapan kemarahan, dan semisalnya. Di sana mereka hanya mendengar hal-hal yang menyenangkan.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
a. Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
b. Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
c. Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
d. Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
e. Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
f. Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
g. Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
h. Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ
Fīhā ‘ainun jāriyah(tun).
Di sana ada mata air yang mengalir.
Al-Gāsyiyah - Ayat 12
فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ ۘ
Latin
Fīhā ‘ainun jāriyah(tun).
Terjemahan Indonesia
Di sana ada mata air yang mengalir.
Tafsir Ringkas
Di surga sana ada mata air yang mengalir dengan deras, jernih, dan menyejukkan.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
a. Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
b. Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
c. Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
d. Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
e. Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
f. Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
g. Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
h. Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ
Fīhā sururum marfū‘ah(tun).
Di sana ada (pula) dipan-dipan yang ditinggikan,
Al-Gāsyiyah - Ayat 13
فِيْهَا سُرُرٌ مَّرْفُوْعَةٌ ۙ
Latin
Fīhā sururum marfū‘ah(tun).
Terjemahan Indonesia
Di sana ada (pula) dipan-dipan yang ditinggikan,
Tafsir Ringkas
Di surga sana ada dipan-dipan yang ditinggikan, baik posisinya maupun derajatnya, sebagai tempat mereka duduk dan berbaring.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
a. Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
b. Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
c. Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
d. Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
e. Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
f. Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
g. Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
h. Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ
Wa akwābum mauḍū‘ah(tun).
gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),
Al-Gāsyiyah - Ayat 14
وَّاَكْوَابٌ مَّوْضُوْعَةٌ ۙ
Latin
Wa akwābum mauḍū‘ah(tun).
Terjemahan Indonesia
gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),
Tafsir Ringkas
Dan di sana ada pula gelas-gelas berisi bermacam minuman yang tersedia di dekat mereka. Mereka tidak perlu beringsut untuk mengambilnya.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
a. Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
b. Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
c. Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
d. Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
e. Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
f. Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
g. Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
h. Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ
Wa namāriqu maṣfūfah(tun).
bantal-bantal sandaran yang tersusun,
Al-Gāsyiyah - Ayat 15
وَّنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ ۙ
Latin
Wa namāriqu maṣfūfah(tun).
Terjemahan Indonesia
bantal-bantal sandaran yang tersusun,
Tafsir Ringkas
Dan di sana tersedia pula bantal-bantal sandaran yang tersusun. Mereka duduk bersandar pada bantal itu, menikmati suasana bahagia di surga.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
a. Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
b. Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
c. Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
d. Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
e. Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
f. Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
g. Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
h. Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ
Wa zarābiyyu mabṡūṡah(tun).
dan permadani-permadani yang terhampar.
Al-Gāsyiyah - Ayat 16
وَّزَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ ۗ
Latin
Wa zarābiyyu mabṡūṡah(tun).
Terjemahan Indonesia
dan permadani-permadani yang terhampar.
Tafsir Ringkas
Dan di sana ada pula permadani-permadani yang terhampar, indah, dan berwarna-warni. Demikianlah ganjaran yang Allah berikan kepada mereka atas amal saleh mereka di dunia. Inilah bukti kemurahan dan kasih sayang Allah kepada hamba yang beriman dan bertakwa.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat berikut ini, Allah menerangkan keadaan surga:
a. Surga tempatnya bernilai tinggi, lebih tinggi dari nilai tempat-tempat yang lain.
b. Di dalamnya tidak terdengar perkataan yang tidak berguna, sebab tempat itu adalah tempat orang-orang yang dikasihi Allah.
c. Di dalamnya terdapat mata air yang mengalirkan air bersih yang menarik pandangan bagi siapa saja yang melihatnya.
d. Di dalamnya terdapat mahligai yang tinggi.
e. Di dekat mereka tersedia gelas-gelas yang berisi minuman yang sudah siap diminum.
f. Di dalamnya terdapat bantal-bantal tersusun yang dapat dipergunakan menurut selera mereka, duduk di atasnya atau dipakai untuk bersandar dan sebagainya.
g. Di sana terdapat pula permadani yang indah dan terhampar pada setiap tempat.
h. Terdapat segala macam kenikmatan rohani dan jasmani yang jauh dari yang dapat kita bayangkan.
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ
Afalā yanẓurūna ilal-ibili kaifa khuliqat.
Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?
Al-Gāsyiyah - Ayat 17
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ
Latin
Afalā yanẓurūna ilal-ibili kaifa khuliqat.
Terjemahan Indonesia
Tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?
Tafsir Ringkas
Allah memperlihatkan begitu banyak tanda kekuasaan-Nya di hadapan manusia. Maka, tidakkah mereka memperhatikan unta, bagaimana diciptakan? Unta diciptakan oleh Allah dengan bentuk tubuh dan anggota badan yang sesuai dengan lingkungan hidupnya di padang pasir. Air susunya dan dagingnya menjadi bahan makanan yang lezat, sedangkan kulitnya dapat dijadikan kemah dan sebagainya (Lihat pula: an-Nahl/16: 7, 81; Gafir/40: 7980).
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.
Apabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat.
وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ
Wa ilas-samā'i kaifa rufi‘at.
Bagaimana langit ditinggikan?
Al-Gāsyiyah - Ayat 18
وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ
Latin
Wa ilas-samā'i kaifa rufi‘at.
Terjemahan Indonesia
Bagaimana langit ditinggikan?
Tafsir Ringkas
Dan tidakkah pula mereka memperhatikan langit, bagaimana ditinggikan? Allah menjadikan langit sebagai atap bumi yang kukuh meski tanpa penopang. Di sana matahari, bulan, planet, dan berbagai benda langit beredar. Allah menghiasinya dengan bintang yang dapat menjadi petunjuk arah bagi para musafir. Dari langit itu pula turun hujan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan di bumi.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.
Apabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat.
وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ
Wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat.
Bagaimana gunung-gunung ditegakkan?
Al-Gāsyiyah - Ayat 19
وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ
Latin
Wa ilal-jibāli kaifa nuṣibat.
Terjemahan Indonesia
Bagaimana gunung-gunung ditegakkan?
Tafsir Ringkas
Dan tidakkah mereka memperhatikan gunung-gunung, bagaimana ditegakkan? Gunung, dengan akarnya yang menancap kukuh dan kuat di dalam perut bumi, berfungsi sebagai pasak yang menahan bumi agar tidak bergoncang dan dengan demikian bisa menjadi tempat tinggal yang nyaman (Lihat pula: an-Nahl/16: 15, 82).
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.
Apabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat.
وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ
Wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat.
Bagaimana pula bumi dihamparkan?
Al-Gāsyiyah - Ayat 20
وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۗ
Latin
Wa ilal-arḍi kaifa suṭiḥat.
Terjemahan Indonesia
Bagaimana pula bumi dihamparkan?
Tafsir Ringkas
Dan tidakkah mereka memperhatikan bumi, bagaimana dihamparkan? Di bumi itu manusia tinggal, beraktivitas, bercocok tanam, dan sebagainya. Di bumi Allah menciptakan beraneka flora, fauna, sungai, sumber air, dan lain sebagainya untuk kepentingan makhluk hidup.
Tafsir Lengkap
Dalam ayat-ayat ini, Allah mempertanyakan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana unta, yang ada di depan mata mereka dan dipergunakan setiap waktu, diciptakan. Bagaimana pula langit yang berada di tempat yang tinggi tanpa tiang; bagaimana gunung-gunung dipancangkan dengan kukuh, tidak bergoyang dan dijadikan petunjuk bagi orang yang dalam perjalanan. Di atasnya terdapat danau dan mata air yang dapat dipergunakan untuk keperluan manusia, mengairi tumbuh-tumbuhan, dan memberi minum binatang ternak. Bagaimana pula bumi dihamparkan sebagai tempat tinggal bagi manusia.
Apabila mereka telah memperhatikan semua itu dengan seksama, tentu mereka akan mengakui bahwa penciptanya dapat membangkitkan manusia kembali pada hari Kiamat.